RADARTUBAN - Di Era kiwari ini, banyak anak muda yang menggemari tarian pop modern sebagai salah satu kegiatan yang mereka lakukan disela-sela padatnya aktivitas sekolah maupun kerja.
Namun, tak semua dari mereka menunjukkan konsistensi dalam kegiatan dance ini.
Salsabila Noviyani menjadi salah satu yang konsisten melakukan dance sejak masih duduk di bangku sekolah dasar hingga sekarang ini.
Menurutnya, dance menjadi salah satu media untuk mengekspresikan berbagai perasaannya melalui tarian.
Diiringi dengan irama musik dengan berbagai macam melodi, membuatnya tak pernah bosan menampilkan tarian modern sesuai dengan ritme musik yang dia peragakan.
‘’Dari dance juga bisa punya banyak teman yang bukan berasal dari satu komunitas saja,” tutur Salsa panggilan karibnya.
Tak hanya tampil untuk internal komunitas dance Born Rebells dan sekolahnya saja, cewek 17 tahun ini juga sudah tampil diberbagai panggung dance di dalam dan luar kota, seperti kompetisi Bance di Tuban hingga Molecules di Gresik.
Keluwesan gerakan tubuhnya di atas panggung tak hanya berkat dedikasi dan kegigihannya saja, melainkan dukungan dari keluarga dan orang terdekat di sekitarnya yang membuat Salsa masih mencintai dan menekuni kegiatan ini.
‘’Sudah didukung sejak awal menekuni dance, tapi dengan syarat harus tampil sesuai usia dan tidak terlalu terbuka,” katanya.
Baca Juga: Tips Aman Menghindari Serangan Phishing, Kenali Ciri-cirinya Sejak Dini
Siswi SMAN 2 Tuban itu mengatakan, jika dalam sekali latihan, dia bisa menghabiskan waktu kurang lebih selama 3 sampai 4 jam, dan dalam satu minggu terhitung dia melakukan latihan sebanyak 2 hingga tiga kali.
‘’Meski lelah tapi tetap senang menekuni dance, bisa melepas stres di sela-sela padatnya aktivitas sekolah,” imbuhnya.
Siswi jurusan kesehatan itu juga menambahkan, jika gerakan dance kesukaannya merupakan dari girl group K-Pop Everglow. Sebab, dia merasa sudah menyatu dengan lagu dan tarian yang dia bawakan dari grup K-Pop tersebut.
Pun ketika memiliki jadwal latihan di hari aktif sekolah, Salsa mengatakan dia mau tak mau harus pandai-pandai mengatur waktu antara hobi dan kewajibannya sebagai seorang pelajar.
‘’Kalau ada latihan, ngerjain tugasnya ya sore sepulang sekolah karena latihannya kan lebih sering malam hari,” tandasnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama