Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lagu Tob Tobi Tob Jadi Tren di Bulan Ramadan, Ternyata Begini Asal-Usulnya beserta Liriknya

Amaliya Syafithri • Selasa, 11 Maret 2025 | 16:05 WIB
Asal-usul lagu Tob Tobi Tob
Asal-usul lagu Tob Tobi Tob

RADARTUBAN - Memasuki bulan ramadan tentunya terdapat tren-tren baru yang semakin bermunculan. Salah satu tren yang viral di media sosial adalah lagu Tob Tobi Tob yang terkenal dengan ritme cepat dan sulit untuk diikuti.

Asal-usul di balik ketenaran lagu ini sekarang, ternyata lagu ini dulunya merupakan sebuah puisi. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan berikut ini.

Dilansir dari postingan akun Instagram @oppal_id pada Minggu (9/3), Ribuan tahun yang lalu, pada masa pemerintahan pendiri Baitul Hikmah, Khalifah Abu Ja'far Al-Manshur, terdapat keinginan kuat dari sang pemimpin untuk membangun dunia ilmu pengetahuan.

Khalifah Abu Ja'far Al-Manshur dikenal dengan daya ingat yang luar biasa. Ia mampu menghafal setiap puisi dengan sekali dengar saja. Kemampuannya ini banyak menguji para penyair di zaman itu untuk menghasilkan puisi yang menarik baginya.

Syair puisi Saud Safir Al-Bulbul lahir setelah seorang penyair cerdas bernama Al-Ashma'i berinisiatif untuk membuat puisi yang penuh permainan kata, cepat, dan rumit.

Puisi Saud Safir Al-Bulbul yang saat ini dikenal dengan "Tob Tobi Tob" menceritakan suara-suara alam dan musik yang terdengar bersamaan. Seperti suara alami, di mana suara ranting dan burung berkicau membentuk suatu irama yang indah.

Saat puisi ini pertama kali dibacakan pada saat itu, sang Khalifah gagal mengulangi dan menghafalnya untuk pertama kalinya.

Akhirnya, sang Khalifah memberikan hadiah berupa emas kepada Al-Ashma'i. Emas itu sangat berat dan minimal 4 orang yang bisa membawanya.

Lirik Lagu Sawt Safiri Al-Bulbuli

Sawtu shofiiril bulbuliy, hayyaj qalbits tsamili
Al ma-u wazzahru ma'a, ma'zahri nakhthim muqali

Wa anta yaa sayyidal liy, wasayyidiy wa maw laliy
Fakam fakam tayammuniy, 'uzayyilul 'aqiqali

Fathoftahu miw wajnatin, mil latsmi wardil khajali
Fa qala laa laa laa laa, wa qad ghadaa mu harwili

Walkhudu maa lat thoraban, min fa'li haa dzar rajuli
Fa wal walat wa wal walat, waliy waliyya way laliy

Faqultu laa tu walwily, Wa bayyinil lu'lu aliy
Qaa lat lahu hiyna kadza, innah dhawijd bil muqali

Wa fityatin saqaw lani, qahwat kal'usasiliy
Syamamtuhaa bi-anafi azka minal quruquni

Fi wasthi bustanil huliy bilzahri wasururuliy
Wa'ludu dandan dana li, watoblu tob tob tobali

Tob tobi tob tob tobi tob tob tobi tob tob tobaliy
Wasaqfu saq saq saqliy wa raqsu qad tho ba iliy

Syawaa syawaa wa syaa hisyu, 'ala waraq sifarjali
Wagarradil qimriya yishiyhu malalil fii malaliy

Wa law taraaniy raakiban, 'ala himarin azzali
Yimsyii 'ala tsalatsatin kamsyyatil 'aranjiniy

Wannasu tarjim jamaliy, fissuwqi bil qulqulaliy
Walkullu kalka'ka'ika' khalfi waminhu waylaliy

Lakim nasyaytu haa riban, min khasyyatil 'aqaqali
Ila liqaa-i malikin, mu'adzhdzhamim mubajjali...

Ya'muruliy bikhil'atin, khamra-a kaddam damaliy
Ajurru fiiha maa syiyan, mubghadidal lidzdziyali

Anal-adiibul alma'iy, min hayyi' ardhil mushili
Nadzhimtu qith'an zikhrifat, ya'ajuzu 'anhal-adbuli
Aquulu fi mathla-'ihaa shawtu shafiiri bulbuliy. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bulan ramadan #lagu Tob Tobi Tob #tren #Lirik #media sosial #Asal-usul #puisi