d
RADARTUBAN - Ketua Dewan Ekonomi Nasional sekaligus purnawirawan TNI, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan respons tegas terhadap desakan dari Forum Purnawirawan TNI agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dicopot dari jabatannya.
Luhut menilai permintaan tersebut tidak tepat dan menyebutnya sebagai tindakan yang kampungan.
Menurut Luhut, di tengah dinamika dunia saat ini, bangsa Indonesia harus bersatu dan tidak terpecah belah oleh keributan internal.
Luhut menekankan pentingnya ketaatan terhadap konstitusi dan mengingatkan bahwa siapa pun yang tidak taat konstitusi bahkan tidak perlu tinggal di Indonesia.
"Kalau kamu tidak taat konstitusi, jangan tinggal di Indonesia," tegas Luhut saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta.
Luhut juga mengimbau Forum Purnawirawan TNI untuk tidak membuat keributan yang justru mengganggu harmoni yang sedang dibangun dalam pemerintahan saat ini.
Ia menilai para purnawirawan seharusnya mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran secara kompak.
Desakan pemakzulan Gibran sebelumnya muncul dari sejumlah purnawirawan TNI, termasuk mantan Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno.
Namun, Luhut menilai isu tersebut tidak relevan dan lebih baik energi bangsa dialihkan untuk menghadapi tantangan global daripada memicu konflik internal.
Luhut juga menanggapi isu mutasi Letjen Kunto Arief Wibowo yang sempat dikaitkan dengan dukungan politik terhadap Gibran.
Ia menegaskan bahwa mutasi di TNI adalah hal biasa dan tidak ada kaitannya dengan politik individu.
Dengan tegas, Luhut mengajak semua pihak untuk bersatu dan menjaga keutuhan bangsa di tengah situasi dunia yang penuh tantangan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni