Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Profil Calon Jemaah Haji Tertua indonesia yang Berusia 109 Tahun, Nenek Sumbuk: Bukti Iman Tak Terbatas Usia

Bihan Mokodompit • Sabtu, 17 Mei 2025 | 00:38 WIB
Nenek Sumbuk (kursi roda) menjadi calon jemaah haji tertua asal Indonesia tahun 1446 H/2025 berusia 109 tahun.
Nenek Sumbuk (kursi roda) menjadi calon jemaah haji tertua asal Indonesia tahun 1446 H/2025 berusia 109 tahun.

RADARTUBAN – Di tengah kesibukan persiapan musim haji 1446 H / 2025 M, sosok inspiratif muncul dari pinggiran Kota Bekasi.

Dialah Nenek Sumbuk, calon jemaah haji tertua Indonesia 2025, yang kini tengah bersiap menjalani panggilan suci ke Tanah Suci pada usia 109 tahun.

Persiapan Matang Menuju Tanah Suci

Nenek Sumbuk tercatat dalam kloter 33 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) dan akan masuk Asrama Haji Bekasi pada 16 Mei 2025.

Keberangkatan beliau ke Arab Saudi dijadwalkan sehari setelahnya, menandai fase kedua pemberangkatan jemaah haji Indonesia.

Dia bukan berangkat sendiri, melainkan didampingi oleh anak, menantu, dan cucu tercinta yang turut menjadi bagian dari perjalanan spiritual ini.

Segala kebutuhan selama ibadah haji telah dipersiapkan dengan matang.

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) turut membantu, termasuk dalam hal pemeriksaan kesehatan dan kelengkapan dokumen.

Tak hanya itu, alat bantu seperti kursi roda serta pendampingan khusus juga telah disiapkan demi memastikan kenyamanan calon jemaah haji tertua Indonesia 2025 ini selama menjalani seluruh rangkaian ibadah.

Semangat Tak Luntur Meski Usia Sepuh

Lahir di Kebumen pada tahun 1916, Nenek Sumbuk telah melewati berbagai zaman.

Meskipun usia menua dan pendengaran mulai berkurang, semangat ibadahnya tak surut sedikit pun.

Dia tetap kuat menjalani berbagai persiapan, dengan dukungan penuh dari putrinya, Sukmi, yang setia mendampingi setiap waktu.

Ketika ditanya doa apa yang akan dipanjatkan di Tanah Suci, Sukmi menerjemahkan jawaban ibunya dalam bahasa Jawa:

“Doa saya agar hajiku diterima dan mabrur,” ujar Sukmi, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.

Dikelilingi Keluarga dan Doa

Rumah sederhana milik Nenek Sumbuk menjadi saksi haru sekaligus syukur atas keberangkatan ibadah haji yang telah lama dinanti.

Kerabat dan tetangga datang silih berganti, memberikan doa dan semangat. Dengan dukungan penuh dari keluarga inti, perjalanan ke Baitullah akan dilalui penuh khidmat.

Sebagai calon jemaah haji tertua Indonesia 2025, kisah Nenek Sumbuk tak hanya mencerminkan keteguhan iman, tapi juga menjadi pengingat bahwa panggilan haji adalah rahmat yang tak mengenal usia.

Harapan yang ia pupuk selama bertahun-tahun akhirnya terkabul, membuktikan bahwa kesabaran dan keyakinan mampu menembus batas waktu.

Teladan untuk Generasi Muda

Semangat Nenek Sumbuk menunaikan ibadah haji pada usia 109 tahun memberikan inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda.

Dia menunjukkan bahwa ibadah sejati adalah tentang ketulusan dan tekad, bukan tentang usia atau kondisi fisik semata.

Sosok beliau menjadi bukti bahwa panggilan suci selalu datang tepat waktu bagi mereka yang bersungguh-sungguh. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#tanah suci #Arab Saudi #kota bekasi #haji tertua