RADARTUBAN- Beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang petugas imigrasi, yang sedang berusaha mencegah seorang perempuan yang hendak pergi ke Pakistan.
Diketahui perempuan tersebut akan pergi ke Pakistan dan sedang melakukan proses permohonan paspor.
Saat proses wawancara petugas menanyakan apa alasan perempuan tersebut pergi ke Pakistan, perempuan tersebut mengaku hendak berkuliah disana, namun belum pernah pergi ke Pakistan.
Atas rasa curiga petugas terus mengkonfirmasi lebih dalam, hingga perempuan tersebut mengaku akan menemui pacarnya yang ia kenal di Facebook.
Perempuan tersebut mengaku tidak diperbolehkan menginformasikan kepada siapapun atas keberangkatannya ke Pakistan pada keluarganya.
Dengan membiayai dirinya sendiri selama disana, sedangkan tiket telah disiapkan pacarnya setelah dirinya mengirimkan uang sejumlah Rp5 juta.
Petugas menganggap perempuan tersebut adalah korban penipuan, dan meminta untuk mencari lebih banyak informasi terkait pacarnya yang berada di Pakistan.
Dan menjelaskan adanya resiko penelantaran dan perdagangan orang jika perempuan tersebut benar berangkat ke Pakistan.
"Siapa yang mau mbak kejar? Sedangkan pacarnya gak punya keluarga, kan di sini? Walau pun nanti Mbaknya benar dibelikan tiket sama pacarnya, takutnya nanti setelah mbaknya tiba di sana, mbaknya ditelantarkan, atau pun mungkin menjadi korban human trafficking," kata petugas imigrasi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni