Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sejumlah Mahasiswa Universitas Udayana Lakukan Aksi Perundungan, Korban Meninggal Masih Di Bully

Asmaul Yuli Wijayanti • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 16:05 WIB
Sejumlah mahasiswa lintas fakultas Universitas Udayana, melakukan aksi perundungan kepada TAS.
Sejumlah mahasiswa lintas fakultas Universitas Udayana, melakukan aksi perundungan kepada TAS.

RADARTUBAN-Aksi perendungan kembali terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia.

Sejumlah mahasiswa Universitas Udayana melakukan tindak bullying kepada mahasiswa berinisial TAS, 22 merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Kasus tersebut diungkap oleh akun TikTok bernama @udayanaberduka.

Dalam akun tersebut membeberkan bahwa sejumlah mahasiswa lintas fakultas yakni FISIP, FKP, dan Kedokteran melakukan perundingan hingga membuat korban melakukan aksi bunuh diri.

Diketahui TAS lompat dari atas gedung lantai 2 FISIP, Universitas Udayana hingga tewas.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof IGNG Ngoerah, Denpasar dan mendapatkan perawatan intensif.

Sayangnya nyawa TAS tidak tertolong akibat patah tulang di beberapa bagian tubuh diantaranya Patah tulang lengan kanan, patah paha kanan, patah tulang panggul.

Lebih parahnya pelaku tetap mengolok korban meskipun korban telah meninggal dunia.

Hal tersebut tersebar luas di media sosial, sejumlah pelaku mengolok fisik korban di media sosial.

Dilansir dari detikbali, berdasarkan pesan yang beredar di media sosial, mengatakan bahwa korban mengalami gangguan mental atas perundungan tersebut.

Korban kerap kali merasa frustasi hingga membenturkan kepalanya di tembok, ia juga kerap kali menyakiti diri sendiri dalam melampiaskan emosinya.

"Dia sering benturin kepala ke tembok kalau ada pendapat dia yang dianggap salah waktu diskusi sama dosen," jelas pesan yang tersebar di grup mahasiswa.

Aksi tersebut menuai kecaman dan dinilai tidak memiliki empati, terlebih aksi tersebut dilakukan di dalam lingkungan pendidikan.

Kasus tersebut saat ini telah ditangani oleh pihak kampus Unud, Wakil Dekan III FISIP Unud, I Made Anom Wiranata dalam sidang organisasi mahasiswa (ormawa) yang digelar oleh DPM FISIP Unud menyampaikan sanksi yang akan diberikan oleh para pelaku.

"Tadi saya sudah sampaikan kepada kaprodi. Saya akan menulis surat kepada yang bersangkutan agar diberikan sanksi pengurangan nilai softskill dan itu hanya terbatas pada satu semester," ujar Anom.

Anom juga menegaskan agar seluruh pelaku segera membuat surat pernyataan dan video klarifikasi permohonan maaf agar situasi membaik.

Anom juga menyampaikan bahwa sanksi dibuat untuk memberikan kesempatan kepada para pelaku agar bisa berubah, bukan sebuah sanksi pembalasan.

"Sanksi ini bukanlah ekspresi kebencian kami sebagai seorang pimpinan. Kami ini seorang guru, seorang guru tugasnya adalah mendidik," tegasnya.

Meskipun begitu hingga saat ini media sosial tetap dihebohkan dengan berita tersebut, beberapa menekan pihak kampus Unud agar dapat melakukan DO kepada seluruh pelaku. (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#FISIP #bullying #universitas udayana #bunuh diri #tas #perundungan #kedokteran #FKP