Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Menjulang 800 Meter dan Meluber 8 Kilometer

Alifah Nurlias Tanti • Kamis, 20 November 2025 | 14:42 WIB
Gunung Semeru d Lumajang mengalami erupsi dengan tinggi letusan 800 meter di atas puncak.
Gunung Semeru d Lumajang mengalami erupsi dengan tinggi letusan 800 meter di atas puncak.

RADARTUBAN — Gunung Semeru, yang berdiri megah di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitasnya.

Pada Selasa pagi, letusan terjadi dengan kolom abu menjulang hingga 800 meter di atas puncak.

Suasana sekitar pun berubah, langit tampak kelabu dan masyarakat di kaki gunung kembali diingatkan akan kekuatan alam yang tak bisa diprediksi.

Pada Selasa pagi, 18 November 2025, tepat pukul 06.11 WIB, Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas erupsinya.

Informasi ini disampaikan oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melalui laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Selasa pagi, 18 November 2025, suasana di sekitar Gunung Semeru kembali berubah.

Tepat pukul 06.11 WIB, gunung tertinggi di Jawa itu memperlihatkan aktivitas erupsi.

Kabar ini disampaikan oleh Sigit Rian Alfian, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, lewat laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Kolom abu terlihat menjulang, berwarna putih hingga kelabu, membumbung tebal ke arah selatan.

Getaran erupsi pun terekam jelas di seismograf, dengan amplitudo mencapai 22 milimeter dan berlangsung selama 112 detik, menurut laporan petugas.

Dia menjelaskan bahwa Gunung Semeru saat ini masih berada pada status Waspada atau Level II.

Karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan imbauan penting: masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara.

Khususnya sepanjang Besuk Kobokan, hingga radius delapan kilometer dari puncak gunung yang menjadi pusat erupsi.

Selain itu, dia mengingatkan bahwa masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Hal ini karena kawasan tersebut berisiko dilanda perluasan awan panas maupun aliran lahar, yang bisa menjalar hingga 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Sigit mengingatkan warga agar menjauh dari kawasan berbahaya di sekitar Gunung Semeru.

Dia menegaskan, masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak, karena area tersebut rawan terkena lontaran batu pijar yang bisa membahayakan keselamatan.

Kawasan yang paling rawan adalah sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Selain itu, sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan juga berisiko dilanda lahar, sehingga warga diminta lebih berhati-hati. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Besuk Kobokan #abu #gunung semeru #erupsi