RADARTUBAN - Atlet Panjat Tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas apresiasi pemerintah setelah sukses mengharumkan nama bangsa di ajang SEA Games 2025 Thailand.
Keberhasilan Atlet Panjat Tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan meraih medali emas nomor lead putra menjadi pencapaian penting dalam debut internasionalnya.
Prestasi tersebut menempatkan nama Atlet Panjat Tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan sebagai salah satu atlet muda potensial di cabang panjat tebing Indonesia.
Medali emas yang diraih pada SEA Games 2025 Thailand menjadi bukti perkembangan positif pembinaan atlet panjat tebing nasional.
Bonus atlet yang diberikan pemerintah menjadi bentuk apresiasi nyata atas kerja keras dan dedikasi atlet di level regional.
Bonus atlet tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara resmi di Istana Merdeka.
Bagi Cikal, bonus atlet yang diterimanya memiliki arti penting, tidak hanya secara materi tetapi juga secara moral.
Ia menilai perhatian negara terhadap atlet memberikan motivasi tambahan untuk terus berprestasi.
Cikal mengungkapkan bahwa bonus atlet tersebut telah memiliki rencana pemanfaatan yang jelas dan terarah.
Bonus atlet itu akan dialokasikan untuk investasi emas sebagai langkah perencanaan keuangan jangka panjang.
Selain itu, sebagian bonus atlet akan digunakan untuk membantu orang tua sebagai bentuk bakti keluarga.
Cikal juga berkomitmen menggunakan bonus atlet untuk pengembangan fasilitas panjat tebing di Bandung.
“Ini debut saya, dan mendapatkan emas. bonus akan saya investasikan emas, membantu orang tua dan akan saya pakai untuk fasilitas panjat di daerah saya di Bandung. Fasilitas seperti papan panjat untuk saya dan teman teman biar lebih maju lagi,” kata Cikal usai mengikuti acara pembekalan literasi keuangan yang diselenggarakan Kemenpora bersama BRI, Rabu (7/1) lalu.
Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kemajuan panjat tebing Indonesia di tingkat daerah.
Cikal menilai ketersediaan sarana latihan yang memadai sangat penting untuk meningkatkan kualitas atlet muda.
Dalam kesempatan yang sama, Cikal juga mengapresiasi program literasi keuangan bagi atlet dan pelatih.
Program tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan atlet yang kerap menerima bonus atlet dalam jumlah besar.
Menurut Cikal, literasi keuangan membantu atlet memahami cara mengelola pendapatan secara bijak.
“Bagus banget literasi keuangan, dengan ini aku bisa merencanakan keuangan sampai kedepan. Bisa belajar kelola keuangan dengan baik,” tambah Cikal.
Pembekalan tersebut menjadi langkah preventif agar atlet tidak salah mengelola bonus atlet yang diterima.
Usai SEA Games 2025 Thailand, Cikal mulai mengalihkan fokus ke agenda kompetisi yang lebih besar.
Target jangka menengah yang dipasang adalah Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2027.
Ajang tersebut menjadi tantangan baru bagi Cikal untuk membawa panjat tebing Indonesia ke level global.
Ia menilai peningkatan teknik menjadi aspek utama yang harus dipersiapkan sejak dini.
Selain teknik, penguatan mental bertanding juga menjadi perhatian utama dalam persiapan menuju level dunia.
Cikal masih membuka peluang untuk fokus pada satu nomor atau menggabungkan dua disiplin.
“Mungkin bisa fokus di lead atau di boulder, bahkan bisa dua-duanya. Untuk Kejuaraan Dunia mungkin di 2027,” ujar Cikal.
Keberhasilan di SEA Games 2025 Thailand menjadi modal kepercayaan diri bagi Cikal menghadapi persaingan dunia.
Prestasi tersebut juga memperkuat posisi panjat tebing Indonesia sebagai cabang olahraga yang terus berkembang.
Dengan dukungan pemerintah, pembinaan berkelanjutan, dan pengelolaan bonus atlet yang tepat, Cikal diharapkan mampu mencetak prestasi lebih tinggi di masa depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni