RADARTUBAN - Pengembangan Industri Olahraga menjadi fokus utama Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk mendorong industri olahraga Indonesia agar tumbuh secara berkelanjutan dan mampu bersaing dengan negara maju.
Seleksi Terbuka Demi Industri Olahraga Berkelanjutan
Panitia seleksi menegaskan bahwa proses Pengembangan Industri Olahraga dilakukan secara terbuka dan objektif untuk mendapatkan figur terbaik.
Anggota Panitia Seleksi, Rabin Indrajad Hattari, menyampaikan bahwa figur terpilih diharapkan mampu membawa industri olahraga Indonesia berkembang tidak hanya dalam jangka pendek.
"Intinya kami akan melihat seleksi ini dengan sangat terbuka. Kami mencari sosok, figur yang bisa membawa industri olahraga Indonesia berkembang kedepan, tidak hanya berkembang tapi juga berkelanjutan," ujar Rabin Indrajad Hattari saat jumpa pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya Pengembangan Industri Olahraga sebagai fondasi ekosistem olahraga nasional.
Arahan Menpora Perkuat Industri Olahraga Indonesia
Rabin juga mengungkapkan bahwa gagasan Pengembangan Industri Olahraga selaras dengan arahan Menpora Erick Thohir dalam Indonesia Sport Summit.
Menurutnya, Erick Thohir menilai bahwa kekuatan olahraga nasional tidak bisa dilepaskan dari industri olahraga Indonesia yang sehat dan terkelola baik.
"Ini adalah salah satu program yang Pak Menteri inginkan, supaya industri olahraga di Indonesia berkembang seperti layaknya negara-negara maju lainnya," ucap Rabin.
Ia menambahkan bahwa sosok deputi nantinya diharapkan mampu berperan sebagai regulator sekaligus policy maker dalam Pengembangan Industri Olahraga.
Komposisi Panitia Seleksi Lintas Sektor
Panitia seleksi terdiri dari unsur akademisi, profesional, lintas kementerian, serta internal Kemenpora untuk menjaga objektivitas.
Beberapa nama yang terlibat antara lain Chandra Hamzah dari akademisi, Susyanto dari kalangan profesional, serta Gunawan Suswantoro selaku Ketua Pansel.
Kehadiran lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat kualitas seleksi terbuka dan hasil akhir yang kredibel.
Peluang ASN dan Profesional Non-ASN
Susyanto menyampaikan bahwa seleksi terbuka ini memberi kesempatan tidak hanya bagi ASN, tetapi juga profesional non-ASN.
"Baru kali ini Kemenpora membuka seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya bukan hanya dari ASN tapi kalangan profesional," ujar Susyanto.
Ia menegaskan bahwa mekanisme serupa juga telah diterapkan di kementerian lain dan telah memperoleh persetujuan presiden.
Kesempatan luas ini dinilai penting untuk menemukan figur yang tepat dalam Pengembangan Industri Olahraga.
Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Prinsip Utama
Chandra Hamzah memastikan seluruh proses seleksi terbuka akan dijalankan secara transparan dan akuntabel.
"Kami diminta Pak Menteri untuk menjadi anggota pansel dan akan menjalankan proses seleksi ini secara akuntabel, objektif, transparan, dan prinsip kehati-hatian kita jaga," kata Chandra.
Ia menambahkan bahwa tidak akan ada intervensi dari pihak manapun dalam proses seleksi ini.
"Kita sepakat bahwa akan memilih calon yang terbaik dari sistem dan tidak ada intervensi dari pihak manapun," pungkasnya.
Dengan proses seleksi terbuka yang profesional, Kemenpora berharap Pengembangan Industri Olahraga dapat berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi kemajuan industri olahraga Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni