RADARTUBAN – Serie A tak mau ketinggalan zaman.
Menyambut musim 2025/26, liga tertinggi Italia itu resmi mengadopsi sejumlah aturan baru yang dirancang untuk meningkatkan transparansi, kecepatan permainan, dan keadilan kompetisi.
Perubahan ini diumumkan Gazzetta dello Sport dan mulai berlaku sejak giornata pertama Agustus nanti.
Berikut ini rangkuman lengkap aturan anyar yang bakal mengubah wajah pertandingan di Italia :
VAR Sekarang Diumumkan Langsung di Stadion
Mirip sistem yang pertama kali diperkenalkan di Piala Dunia Wanita 2023, wasit kini akan menjelaskan keputusan VAR secara langsung melalui pengeras suara stadion.
Tujuannya? Agar penonton di tribun maupun pemain di lapangan paham alasan di balik keputusan kontroversial.
Efeknya: Transparansi keputusan meningkat, dan potensi protes dari pemain bisa ditekan karena semuanya disampaikan secara terbuka.
Kiper Kena Batas Waktu 8 Detik, Wasit Hitung Terbuka
Kiper kini tak boleh memegang bola lebih dari 8 detik. Menariknya, wasit akan menghitung 5 detik terakhir secara visual dengan gerakan tangan, jadi semua bisa tahu waktu hampir habis.
Efeknya: Tidak ada lagi taktik buang-buang waktu dari kiper. Permainan jadi lebih cepat dan dinamis, sesuai harapan penggemar.
Penalti Sentuh Dua Kali? Siap-Siap Diulang atau Gagal
Dalam skenario penalti di waktu normal:
- Jika penendang menyentuh bola dua kali dan gol, maka tendangan akan diulang.
- Jika penendang gagal mencetak gol, maka lawan akan mendapat tendangan bebas tidak langsung.
Sedangkan saat adu penalti (tie-break / TAB), jika ada dua sentuhan: penalti langsung dianggap gagal.
Efeknya: Aturan ini mempertegas batas fair play penalti, dan mencegah celah trik atau manuver ilegal.
Dengan aturan-aturan baru ini, Serie A jelas menunjukkan bahwa mereka ingin sejajar dengan liga-liga besar Eropa dalam hal inovasi.
Namun, pertanyaan besar yang muncul: apakah klub-klub, pemain, dan wasit bisa beradaptasi dengan cepat?
Perubahan teknis seperti ini biasanya memicu kontroversi di awal, apalagi bagi liga dengan kultur klasik seperti Italia.
Tapi kalau sukses, Serie A bisa jadi pionir di antara liga top lainnya.
Langkah progresif ini patut diapresiasi. Tidak hanya demi kepentingan penonton, tapi juga untuk menjaga integritas kompetisi.
Musim 2025/26 akan jadi musim uji coba besar—dan bisa jadi titik balik untuk Serie A yang ingin lebih modern, transparan, dan seru untuk disaksikan. (*)
Editor : Amin Fauzie