Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ronaldo Menuju Garis Akhir Karier, Pensiun 2027 dan Berbelok Jadi Pemilik Klub Saudi Pro League?

Tulus Widodo • Senin, 26 Januari 2026 | 08:28 WIB
Pemain Al Nassr, Cristiano Ronaldo
Pemain Al Nassr, Cristiano Ronaldo

RADARTUBAN - Cristiano Ronaldo perlahan mendekati titik hening dalam perjalanan yang selama dua dekade lebih dipenuhi sorak dan rekor. Bulan depan, megabintang asal Portugal itu memasuki usia 41 tahun.

Kontraknya bersama Al-Nassr akan berakhir pada musim panas 2027. Dan, di sanalah wacana pensiun mulai menguat—bukan sekadar spekulasi liar, melainkan opsi yang “sangat mungkin” terjadi.

Sumber dari talkSPORT menyebutkan, CR7 bisa memilih menutup buku sebagai pemain profesional setelah masa baktinya di Arab Saudi rampung.

Sebuah akhir yang sunyi, jauh dari Old Trafford atau Santiago Bernabéu, tapi sarat makna tentang kontrol penuh atas takdirnya sendiri.

Dari Lapangan ke Ruang Rapat

Menariknya, pensiun bukan berarti pergi. Justru sebaliknya. Langkah pertama Ronaldo setelah gantung sepatu disebut-sebut masih akan berada di lingkaran Saudi Pro League—kali ini bukan sebagai mesin gol, melainkan bagian dari pemilik.

Mantan pemain Real Madrid itu sudah memiliki 15 persen saham, dan ada pembicaraan untuk meningkatkan porsi kepemilikan tersebut.

Bagi Ronaldo, ini bukan sekadar investasi finansial. Ini pergeseran peran: dari ikon lapangan menjadi arsitek arah liga.

Proyek Besar Bernama Saudi Pro League

Ronaldo adalah wajah paling dikenali dari proyek ambisius sepak bola Arab Saudi.

Kehadirannya bukan hanya menaikkan rating siaran atau penjualan jersey, tetapi juga legitimasi.

Jika ia bertahan sebagai pemilik, pesan yang dikirimkan jelas: Saudi Pro League bukan proyek sesaat.

Langkah ini juga mencerminkan kecerdikan Ronaldo membaca zaman. Di usia ketika fisik tak lagi bisa dipaksa, pengaruh tetap bisa diperluas—melalui keputusan, jaringan, dan modal.

Warisan yang Berganti Wujud

Jika 2027 benar-benar menjadi penutup karier bermainnya, Ronaldo akan meninggalkan lapangan tanpa perlu pembuktian tambahan.

Rekor sudah cukup bicara. Trofi sudah terlalu banyak untuk dihitung ulang.

Yang tersisa adalah warisan dalam bentuk baru. Bukan lagi selebrasi di depan tribun, melainkan jejak keputusan di balik layar.

Cristiano Ronaldo mungkin berhenti berlari, tapi pengaruhnya tampaknya belum akan berhenti bekerja. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Saudi Pro League #al-nassr #Cristiano Ronaldo #Old Trafford #cr7 #pensiun