Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Italia di Ujung Tanduk, Jerman Menyalip Portugal di Perburuan Tiket Bonus Liga Champions

Tulus Widodo • Kamis, 19 Februari 2026 | 09:32 WIB
Ilustrasi Liga Champions
Ilustrasi Liga Champions

RADARTUBAN – Peta perburuan additional slot Liga Champions kembali bergejolak.

Dalam satu malam Eropa yang keras tanpa ampun, posisi berubah cepat: Jerman merangsek ke dua besar, Portugal tergeser, dan Spanyol konsisten menambah poin.

Sementara Italia terjun bebas—tiga wakilnya tumbang serentak di Liga Champions.

Data terbaru dari akun X Football Rankings menunjukkan dinamika UEFA country coefficient kian ketat.

Dua besar di klasemen akhir musim akan mendapat jatah satu tiket tambahan Liga Champions. Dan sekarang, alarm keras berbunyi dari Italia.

Baca Juga: Esordio Sempurna Luca Reggiani di Liga Champions, Talenta Italia Harus Pergi ke Dortmund

Jerman Tancap Gas, Efisiensi Jadi Pembeda

Dua kemenangan dari dua laga Liga Champions menjadi modal krusial Jerman.

Dengan rasio klub bertahan 6 dari 7, setiap poin yang diraih terasa “lebih mahal”.

Hasilnya instan: Jerman naik ke posisi kedua dengan 16.785 poin, tepat di bawah Inggris yang masih nyaman memimpin klasemen berkat rekor sempurna 9/9 klub dan 21.180 poin.

Efeknya jelas: efisiensi kompetisi Eropa kini lebih penting ketimbang sekadar jumlah wakil.

Portugal Terpeleset, Margin Kian Tipis

Portugal tak jatuh jauh, tetapi cukup untuk kehilangan tempat di dua besar. Dengan 16.600 poin dan 4 dari 5 klub masih bertahan, jaraknya dengan Jerman amat tipis.

Satu hasil buruk lagi bisa memperlebar celah—atau sebaliknya, satu kemenangan krusial bisa mengembalikan status kandidat kuat.

Masalahnya, tekanan psikologis kini berpindah kubu.

Spanyol Konsisten, Diam-diam Mengancam

Di tengah sorotan pada Jerman dan Italia, Spanyol justru bergerak senyap. Tambahan poin membuat mereka mengoleksi 15.906 poin dengan 6 dari 8 klub masih hidup.

Belum cukup untuk menyalip dua besar, tetapi konsistensi ini menjaga peluang tetap terbuka.

Dalam maraton koefisien, stabilitas sering kali lebih berbahaya dari ledakan sesaat.

Baca Juga: Italia Terjepit, Jerman Menguat: Perburuan Tiket Tambahan Liga Champions Makin Panas

Italia: Malam Gelap, Dampak Panjang

Inilah titik paling krusial. Tiga kekalahan dari tiga laga Liga Champions membuat Italia kehilangan momentum.

Dengan 15.500 poin dan 6 dari 7 klub tersisa, posisi mereka kini di peringkat kelima—jarak dengan dua besar melebar, sementara tekanan bertambah.

Bukan hanya soal hasil satu pekan. Kekalahan beruntun ini berdampak ganda: menggerus poin sekaligus menekan mental klub-klub Italia yang masih bertahan di kompetisi Eropa lain.

Jika tren ini berlanjut, tiket bonus Liga Champions bisa benar-benar menjauh.

Negara Lain Mengintai dari Belakang

Di lapisan berikutnya, Prancis (14.035), Polandia (13.625), Yunani (12.100), Siprus (11.906), hingga Denmark (11.750) memang belum langsung mengancam dua besar.

Namun mereka berpotensi menjadi “pengganggu” yang menentukan, terutama saat saling bertemu dengan kandidat utama.

Race masih panjang, tetapi arah angin mulai terasa. Inggris aman. Jerman sedang panas.

Portugal wajib bangkit. Spanyol sabar menunggu. Italia? Tak ada ruang untuk salah langkah lagi.

Dalam perburuan tiket Liga Champions tambahan, satu malam buruk bisa menghapus kerja berbulan-bulan. Dan Italia baru saja merasakannya dengan cara paling kejam. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Liga Champions #UEFA country coefficient #italia #portugal #jerman #Slot Liga Champions