Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Eden Hazard Tolak PSG Demi Setia pada Lille dan Wujudkan Mimpi ke Real Madrid

Bihan Mokodompit • Selasa, 3 Maret 2026 | 09:35 WIB

Ilustrasi Eden Hazard saat membela Chelsea di pertandingan persahabatan
Ilustrasi Eden Hazard saat membela Chelsea di pertandingan persahabatan

RADARTUBAN - Eden Hazard tolak PSG menjadi sorotan setelah sang mantan pemain mengungkap alasan di balik keputusannya menolak tawaran besar dari klub raksasa Prancis tersebut.

Pengakuan itu ia sampaikan dalam wawancara bersama RMC yang kemudian dikutip sejumlah media Eropa.

Dalam pernyataannya, Hazard mengakui bahwa Paris Saint-Germain berulang kali mencoba mendekatinya setiap tahun.

Namun keputusan Eden Hazard tolak PSG bukan tanpa alasan yang kuat dan bersifat personal.

Baca Juga: Prediksi Skor PSG vs Monaco di UEFA Champions League: Unggul Agregat, Les Parisiens Selangkah ke 16 Besar

Janji Pribadi yang Tak Ingin Dikhianati

Sejak meninggalkan Lille, Hazard ternyata telah membuat komitmen untuk dirinya sendiri.

Ia tidak ingin kembali ke kompetisi Prancis untuk membela klub mana pun selain Lille.

Komitmen itu yang membuat Eden Hazard tolak PSG meski tawaran finansial sangat menggiurkan.

“Setiap tahun saya dihubungi PSG,” ujarnya.

“Saya sangat jelas soal itu. Ketika meninggalkan Lille, saya berkata pada diri sendiri: ‘Saya tidak ingin kembali ke Prancis untuk klub lain selain Lille. Jika suatu saat saya kembali, itu untuk bermain bagi Lille dan mengakhiri karier di sana.’

“Untuk masyarakat Lille, untuk wilayah utara, saya tidak ingin pergi dan bermain untuk PSG. Itu klub besar. Nasser (Al-Khelaïfi) datang, ada banyak uang, selalu ada tim untuk bermain di Liga Champions.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa faktor emosional lebih dominan dibandingkan aspek finansial.

PSG memang dikenal sebagai klub dengan kekuatan ekonomi besar dan rutin tampil di Liga Champions.

Meski demikian, Eden Hazard tolak PSG karena menghormati akar karier profesionalnya.

Bersinar di Chelsea, Menggapai Mimpi ke Real Madrid

Setelah meninggalkan Lille, Hazard memilih melanjutkan karier di Inggris bersama Chelsea.

Bersama klub London tersebut, ia berkembang menjadi salah satu pemain terbaik di dunia.

Performa konsisten di Premier League membuat namanya masuk jajaran elite sepak bola Eropa.

Dalam periode itu pula, Eden Hazard tolak PSG tetap menjadi sikap yang ia pegang teguh.

Ia mengaku memiliki impian berbeda setelah sukses di Inggris.

“Karena semuanya berjalan sangat baik di Chelsea, mimpi saya setelah itu adalah pergi ke Real Madrid, bukan PSG.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Real Madrid memang menjadi target utama dalam rencana kariernya.

Transfer besar ke klub Spanyol itu akhirnya terwujud pada musim panas 2019.

Masa Sulit dan Kenangan di Madrid

Perjalanan di ibu kota Spanyol tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Cedera berkepanjangan membuat kontribusinya terbatas di kompetisi domestik.

Meski demikian, ia tetap menyimpan kesan positif selama berada di ruang ganti Los Blancos.

“Saya merasa seperti anak kecil saat presentasi di Bernabeu,” kata Hazard.

“Sebelum datang ke Real Madrid, saya mendengar banyak peringatan tentang ruang ganti dan sulitnya beradaptasi dengan para pemain dan hal-hal semacam itu.

“Tapi kenyataannya sangat berbeda; sambutannya luar biasa dari semua orang, mulai dari Zidane hingga staf pelatih dan para pemain. Saya merasa sangat nyaman sejak hari pertama di Real Madrid. Ramos, Modric, dan Kroos menyambut saya. Semua orang hebat, dan semuanya berjalan sempurna.”

Hazard juga menegaskan posisinya terkait ekspektasi publik.

“Saya tidak datang ke sini untuk menggantikan Cristiano Ronaldo. Dia mencetak banyak gol di setiap pertandingan; kadang saya bahkan tidak mencetak satu pun. Saya datang ke sini untuk menjadi Eden Hazard dan menikmati permainan.”

Kisah Eden Hazard tolak PSG memperlihatkan sisi lain dari seorang pesepak bola profesional.

Keputusan besar dalam kariernya tidak semata ditentukan uang atau popularitas.

Ada nilai loyalitas dan mimpi pribadi yang ia pertahankan hingga akhir kariernya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Real Madrid #eden hazard #PSG #Paris Saint-Germain #lille