RADARTUBAN — Peta persaingan papan bawah Serie A kian brutal. Hingga akhir giornata ke-27, tak ada lagi ruang bernapas bagi mereka yang lengah.
Lecce, Cremonese, dan Fiorentina kini berdiri sejajar di angka 24 poin, terikat dalam pertarungan salvezza yang makin seimbang—dan makin menegangkan.
Gambaran ini dirilis oleh DAZN Italia, yang menegaskan betapa rapuhnya posisi tiga tim tersebut di sisa musim.
“Pada akhir pekan ke-27, Lecce, Cremonese dan Fiorentina sama-sama mengumpulkan 24 poin dalam persaingan yang semakin ketat untuk bertahan di liga." tulis akun X DAZN Italia.
Dasar Klasemen: Luka yang Belum Mengering
Jika persaingan di angka 24 poin masih memberi harapan, situasinya jauh lebih kelam bagi dua tim terbawah.
Verona dan Pisa tertahan di 15 poin, terdampar di dasar klasemen dengan jarak yang mulai terasa menyakitkan.
Setiap pekan tanpa kemenangan kini terasa seperti vonis yang ditunda.
Saat Poin Lebih Berharga dari Nama Besar
Klasemen ini menelanjangi realitas Serie A musim ini. Fiorentina boleh datang dengan label tim mapan, sementara Lecce dan Cremonese yang diperkuat kiper Timnas Indonesia Emil Audero kerap dipandang sebagai “underdog”.
Namun papan klasemen menertawakan status itu. Setelah 27 laga, yang membedakan hanya efektivitas—bukan reputasi.
Dengan selisih poin yang tipis, satu kemenangan bisa mengubah segalanya. Sebaliknya, satu kekalahan bisa menyeret tim ke jurang yang sama dengan Verona dan Pisa.
Salvezza Jadi Perang Psikologis
Sisa musim bukan lagi soal taktik indah. Ini soal saraf, ketahanan mental, dan kemampuan bertahan di bawah tekanan.
Setiap duel kini bernilai enam poin—bukan tiga. Bagi Lecce, Cremonese, dan Fiorentina, kesalahan sekecil apa pun bisa menjadi pembeda antara bertahan atau tenggelam.
Serie A belum selesai. Tapi satu hal sudah pasti: zona degradasi musim ini tidak akan memberi ampun pada siapa pun yang ragu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni