Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

OpenAI Luncurkan Codex, Agen AI Canggih untuk Pemrograman dengan Teknologi Coding Terkini

Nadia Nafifin • Senin, 19 Mei 2025 | 18:51 WIB
Ilustrasi OpenAI
Ilustrasi OpenAI

RADARTUBAN – Perusahaan teknologi OpenAI baru saja mengumumkan peluncuran pratinjau riset Codex.

Sebuah agen kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk pemrograman dan diklaim sebagai yang paling canggih hingga saat ini.

Codex menggunakan codex-1, sebuah varian dari model AI terbaru OpenAI, o3, yang telah dioptimalkan khusus untuk tugas pemrograman, menurut laporan Tech Crunch pada Senin (19/5).

OpenAI menyatakan bahwa codex-1 mampu menghasilkan kode yang lebih rapi, mengikuti instruksi dengan akurat, serta secara otomatis menjalankan dan memperbaiki kode sampai seluruh pengujian berhasil dilalui.

Berbeda dengan alat pemrograman konvensional, Codex bekerja di dalam komputer virtual yang berjalan di cloud.

Lingkungan kerjanya dapat terintegrasi langsung dengan GitHub dan secara otomatis memuat repositori kode milik pengguna.

Codex mampu membuat fitur sederhana, memperbaiki bug, menjawab pertanyaan seputar kode, serta menjalankan pengujian hanya dalam rentang waktu satu hingga 30 menit.

Selain itu, Codex dapat mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan tanpa mengganggu aktivitas pengguna di komputer atau peramban (browser) mereka.

Saat ini, Codex sudah mulai tersedia untuk pelanggan ChatGPT Pro, Enterprise, dan Team.

OpenAI menyebutkan bahwa pengguna akan mendapat akses luas pada tahap awal, namun dalam beberapa minggu ke depan akan diberlakukan pembatasan penggunaan.

Setelah itu, pengguna dapat membeli kredit tambahan jika ingin terus menggunakan Codex.

OpenAI juga berencana memperluas akses Codex ke pelanggan ChatGPT Plus dan Edu dalam waktu dekat.

Peluncuran Codex menambah deretan alat bantu pemrograman berbasis AI yang kerap disebut sebagai “vibe coders”.

Sebelumnya, Google dan Microsoft mengklaim bahwa sekitar 30 persen kode di perusahaan mereka kini dibuat oleh AI.

Selain itu, pesaing seperti Anthropic telah meluncurkan Claude Code, sementara Google mengembangkan Gemini Code Assist yang memiliki kemampuan agenik serupa. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kecerdasan buatan #Codex #coding #kode #teknologi #Pemrograman #openai