Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bagi Desvita Stepanni, Kunci Sukses Prestasinya Bukan Sekadar Menghafal

Shafa Dina Hayuning Mentari • Senin, 22 Desember 2025 | 01:05 WIB
Desvita Stepanni.
Desvita Stepanni.

RADARTUBAN - Di era digital, arus informasi hingga budaya global semakin tidak terbendung.

Hal tersebut menjadi pendorong bagi sebagian pelajar untuk menguasai bahasa Inggris. Termasuk Desvita Stepanni.

Bagi Vanny, sapaan akrabnya, memelajari bahasa Inggris adalah sebuah kebutuhan untuk memahami dunia yang lebih luas.

Mulai mengenal berbagai hal baru hingga memperluas wawasan.

Dari hal-hal tersebut, dara 17 tahun itu sukses membuktikan kemampuan dan hasil praktiknya dengan meraih medali emas di bidang bahasa Inggris dalam Airlangga Competition.

‘’Banyak hal baru yang aku dapatkan. Seperti film, musik, bahkan sampai isu-isu sosial global yang sedang ramai dibicarakan oleh dunia. Hal-hal itu sekaligus memperluas pengetahuanku,” ujarnya.

Vanny mengungkapkan, modal utama untuk belajar bahasa Inggris bukan menghafal kamus, melainkan praktik. Menurutnya, penguasaan kosa kata saja tidak cukup jika tidak digunakan untuk berlatih.

Bahkan, dia juga memberikan metode belajar yang menyenangkan dan efektif ala anak muda.

Yakni, melalui musik-musik barat atau menonton film berbahasa Inggris untuk melatih kemampuan listening dan speaking-nya.

‘’Tapi menurutku, jauh lebih efektif jika belajar melalui film,” ujarnya.

Tidak hanya menyarankan untuk belajar melalui lagu dan film, siswi kelas XII MAN 1 Tuban ini juga memberikan tips praktik yang unik dan tidak memerlukan biaya kursus yang mahal.

Yaitu, menggunakan aplikasi video call internasional.

‘’Mungkin tips-nya agak nyeleneh, tapi dari sana kita benar-benar bisa berinteraksi langsung secara lisan dan chat dengan penutur asing. Sehingga, kemampuan listening, writing, speaking, dan reading bisa terasah,” katanya.

Uniknya, motivasi gadis Taurus ini justru berasal dari dalam dirinya sendiri.

Dia merasakan lonjakan semangat setiap kali menyadari bahwa kemampuan berbahasa asingnya terus meningkat seiring dengan proses belajarnya.

‘’Setelah merasa skill speaking-ku meningkat, aku semakin termotivasi. Jadi aku berpikir, ternyata aku tuh bisa ya," ungkap Vany.

Dia juga menepis anggapan bahwa bahasa Inggris merupakan hal yang remeh dan tidak perlu dipelajari.

Justru, menurutnya, bahasa asing sudah menjadi dasar dalam kegiatan sehari-hari.

Vany kemudian mencontohkan penggunaan ponsel, televisi, hingga mayoritas game online juga menggunakan bahasa Inggris pada tampilan default-nya.

‘’Sejak kecil aku mulai terbiasa dengan bahasa Inggris karena familiar dengan gadget. Terlebih, saat bermain game juga lebih sering berbahasa Inggris,” tutur siswi jurusan Soshum itu.(saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Inggris #MAN 1 Tuban #airlangga