Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Disdik Tuban Kekurangan 268 Guru SD dan SMP, Ada Satu Guru Merangkap hingga Tiga Mapel

Aimatul Fauziyah • Jumat, 8 Desember 2023 | 22:45 WIB
Ilustrasi Guru
Ilustrasi Guru

RADARTUBAN – Hingga saat ini kekurangan guru masih menjadi persoalan dunia pendidikan Tuban. Banyaknya pendidik pensiun dan tidak diimbangi dengan rekrutmen tenaga baru, memicu banyak guru yang mengajar dua hingga tiga mata pelajaran sekaligus.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Abdul Rakhmat membenarkan perihal kekurangan guru di Bumi Ronggolawe.

Tercatat ada 268 kursi tenaga pendidik yang kosong. Dengan rincian, kekurangan 147 guru kelas dan 121 guru mata pelajaran. ‘’Jumlah kekurangan guru tersebar di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP),’’ ungkapnya.

Formasi guru mata pelajaran yang kosong tersebut meliputi Agama Islam, Agama Kristen, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bimbingan Konseling, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Matematika, Penjasorkes, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), dan Seni Budaya.

Photo
Photo

Mantan staf ahli bupati bidang perekonomian, keuangan, dan Pembangunan ini mengungkapkan, kekurangan guru masih menjadi persoalan serius.

Banyaknya guru yang pensiun menjadi pemicu kurangnya tenaga pengajar tersebut.

‘’Dalam setahun rata-rata lebih dari 100 guru yang pensiun,” ujarnya.

Rakhmat juga mengatakan, meski kekurangan banyak guru, sekolah dilarang menambah guru tidak tetap (GTT) atau guru honorer baru. Sebab sudah ada payung
hukum yang mengatur untuk menuntaskan persoalan aparatur sipil negara (ASN).

‘’Jumlah guru terus berkurang, tidak lagi bisa dikaver guru honorer. Jadi, beberapa guru bekerja merangkap di dua kelas (atau lebih) sekaligus,” ungkapnya.

Untuk memenuhi kekurangan, kata Rakhmat, Disdik tidak bisa berbuat banyak. Saat ini pemenuhan kebutuhan guru hanya mengandalkan rekrutmen PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) yang digelar setiap tahun.

Sedangkan, formasi PPPK di Tuban tahun ini kuotanya 332 yang terdiri dari 168 guru kelas dan 164 guru mapel.

Lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang tersebut menjelaskan dalam formasi PPPK yang saat ini masih dalam proses seleksi, GTT masih menjadi prioritas utama pengangkatan.

‘’Prioritas kedua pemilik sertifikat pendidik yang lolos pendidikan profesi guru (PPG), baru setelah itu fresh graduate atau yang lainnya,” terangnya. (zia/yud)

Editor : Amin Fauzie
#Tuban #kekurangan guru #pendidik #disdik #formasi pppk