Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

BNN Meyakini Tak Ada Penularan HIV dari Jarum Suntik

Hardiyati Budi Anggraeni • Rabu, 7 Agustus 2024 | 16:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADARTUBAN – Penggunaan jarum suntik bergantian dalam pe­nya­lahgunaan narkoba yang sempat disebut oleh dinas ke­sehatan (dinkes) sebagai salah satu pemicu HIV, diban­tah oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Tuban.

Kepala (BNN) Tuban Tri Tjah­yono mengatakan, penya­lah­gunaan narkoba dengan jarum suntik hampir tidak pernah ditemukan di Bumi Rong­golawe. Termasuk sepan­jang 2024 ini.

‘’Saya yakin tidak ada yang menggunakan putaw (heroin) untuk setengah tahun ini,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban sekaligus me­negas­kan bahwa dirinya me­yakini tidak ada pengidap HIV di Tuban yang penularannya dipicu melalui jarum suntik.

Dikatakan dia, saat ini peng­gu­naan jarum suntik untuk nar­koba sudah tidak ada lagi di Tuban. Itu lantaran keter­sediaan narkoba jenis ini su­dah jarang ditemukan. Apalagi, harga heroin juga sangat mahal.

‘’Jadi, pe­nularan HIV ini kemungkinan rata-rata dari hubungan seksual itu,’’ ujar Tri—sapaannya.

Diakui dia, penggunaan sabu bisa merubah mood seseorang untuk melakukan hubungan seksual hingga berujung pada seks bebas.

Dijelaskan Tri, ke­tika para pengguna sabu ini mene­mukan pemicunya—untuk melakukan hubungan badan, seperti bersentuhan dan me­rangkul lawan jenis, ma­ka sensasi untuk melakukan hubungan seksual akan mun­cul.

‘’Di otak mereka (para peng­guna, Red) sudah terekam untuk menyentuh wanita ter­sebut. Dan, penggunaan sabu itu memiliki sensasi untuk melakukan hubungan dengan lebih dari satu orang,” katanya. Dan, itulah yang kemudian me­micu penyebaran HIV.

Mantan Penyuluh Narkoba Ahli Madya Direktorat Infor­masi dan Edukasi Deputi Bi­dang Pencegahan Badan Nar­kotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) itu mene­gaskan, peningkatan kasus HIV melalui narkotika sangat minim.

Baik dari penyalah­gunaan narkoba jenis putaw maupun sabu. Sehingga, ke­mung­kinan besar penyebaran dikarenakan seks bebas.

‘’Ka­lau dari jarum suntik seper­tinya tidak, kalau untuk pe­nyalahgunaan sabu di Tuban itu juga sangat kecil. Jadi, ke­mungkinan ya karena hubu­ngan seks itu,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, hing­ga Juni lalu, HIV ditemu­kan sebanyak 98 kasus. Angka itu naik tiga kasus dari periode sa­ma tahun sebelumnya. (gi/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#bnn #jarum #narkoba #hiv #dinkes