Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sebelas Bulan, 9 Pasien DBD di Tuban Meninggal

Shafa Dina Hayuning Mentari • Minggu, 8 Desember 2024 | 17:30 WIB
Ilustrasi nyamuk.
Ilustrasi nyamuk.

RADARTUBAN – Persebaran kasus de­mam berdarah dengue (DBD) di Tuban semakin mengkhawatirkan. Apalagi, sekarang memasuki musim penghujan seperti sekarang ini. Hampir saban hari terdapat pasien DBD.

Berdasar data Dinas Kesehatan, Pe­ngendalian Penduduk, dan Keluar­ga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban, total kasus DBD di Kota Le­gen hingga akhir November lalu tercatat seba­nyak 762 kasus.

Dari angka sementara tersebut, sebanyak sembilan pasien meninggal dunia. Ini sekaligus men­jadi kasus ke­matian terbanyak selama beberapa tahun terakhir.

Selain kasus kematian, jumlah pasien DBD yang tercatat sepanjang sebelas bulan terakhir ini juga menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan dibanding dua tahun sebelumnya. Yakni, sebanyak 651 kasus pada 2022 dan 203 kasus di 2023.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengen­dalian Penduduk, dan Keluarga Be­rencana (Dinkes P2KB), Esti Surahmi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, S. A. Ratnasari memapar­kan, tujuh ratus lebih kasus DBD itu tersebar merata di 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban.

Karena itu, seluruh masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga pola hidup bersih dan se­hat. ‘’Terlebih, sekarang memasuki musim penghujan,’’ katanya.

Pola hidup bersih dan sehat itu, terang Ratna, yakni menerapkan 3M plus: menguras, menutup tem­pat penampungan air, dan mendaur ulang barang tak terpakai, serta ditambah menaburkan lar­vasida atau bubuk abate.

Meski imbauan ini berlaku untuk semua, namun per­hatian lebih disampaikan kepada keluarga yang memiliki anak kecil. Sebab, imun anak-anak masih cukup lemah.

‘’Sembilan pa­sien yang meninggal itu didominasi anak-anak di bawah usia 15 tahun. Jadi, anak–anak menjadi yang paling rentan mengalami kematian karena sistem kekebalan tubuhnya yang tidak sekuat orang dewasa,’’ terang Ratna.

Sembilan pasien meninggal itu, terang Ratna, dua kasus masing-masing dari Kecamatan Merakurak, Jenu, dan Bangilan. Sisanya, satu kasus masing-masing dari Kecamatan Kenduruan, Parengan, Palang.

Disampaikan Ratna, selain meng­op­timalkan 3M Plus, tidak kalah penting adalah upaya pen­ce­gahan berupa pem­berantasan atau pembersihan sarang nyamuk. ‘’PSN dan 3M plus ini lebih baik dibandingkan dengan melakukan fogging,’’ tegasnya.

Dijelaskan dia, keseringan fogging akan membuat nyamuk resisten terhadap kandungan kimia saat pengasapan.

‘’Penting untuk menjadi pemahaman bersama, fogging hanya dapat membunuh nyamuk dewasa saja, tapi tidak dengan jentik nya­muknya,’’ tandasnya. (saf/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#musim penghujan #Dinkes P2KB Tuban #dbd #Demam Berdarah #kasus