RADARTUBAN – Kurang lebih hampir delapan bulan masyarakat Kabupaten Tuban dibuat penasaran dengan wajah terbaru Alun-Alun Tuban.
Revitalisasi tahap kedua yang dimulai awal Juni 2024 lalu itu akhirnya tuntas. Minggu (26/1), tengah malam, Pemkab Tuban membuka tampilan baru wajah kota tersebut. Sekaligus menjadi pertanda ruang publik ikonik itu dapat dikunjungi oleh masyarakat umum.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Tuban Agung Supriyadi melalui Kabid Tata Ruang DPUPR PRKP Tuban Winda Sulistyowati mengatakan, Alun-Alun Tuban didesain nyaman untuk pejalan kaki.
Ruang terbuka pusat tengah kota itu dikonsep lebih kekinian serta dengan trotoar lebih lebar dari sebelumnya.
‘’Dari ujung ke ujung punya trotoar lebar, pejalan kaki jadi punya banyak space untuk berlalu lalang menikmati sarana dan fasilitas di dalamnya,’’ ujar dia.
Proyek revitalisasi tahap kedua yang menelan anggaran senilai Rp 19 miliar itu dikonsep lebih terbuka. Sehingga dapat menjadi ‘penghubung’ antara pusat pemerintahan, Masjid Agung Tuban hingga Makam Sunan Bonang. ‘’Ide ini diprakarsai langsung oleh pimpinan (Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Red),’’ jelasnya.
Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Tuban Gunadi mengatakan, selain menghadirkan ruang rekreasi yang lebih estetik dan kekinian, Pemkab Tuban juga bakal memastikan kondisi Alun-alun steril dari pengamen dan gelandangan.
Itu dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjung. ‘’Kami sudah menyiapkan langkah antisipasi agar tidak ada lagi gelandangan yang tidur di Alun-Alun,’’ kata dia.
Seperti diketahui, sebelum direvitalisasi seperti sekarang, etalase Kota Tuban ini sering dijadikan tempat mangkal para tunawisma. Terutama di bawah pohon beringin yang lokasinya di tengah Alun-Alun. Biasanya dijadikan tempat tidur dan mangkal saban siang dan malam.
‘’Nanti setiap petugas akan rutin keliling Alun-Alun untuk memastikan tidak ada lagi gelandangan dan pengemis tidur. Jika nanti ditemukan, akan kami bawa ke dinas sosial,’’ ujarnya.
Lebih lanjut, Gunadi berharap, seluruh pengunjung turut menjaga fasilitas ruang publik yang baru saja tuntas direvitalisasi ini. ’’Minimal buang sampah pada tempatnya dan jangan sampai melakukan pengrusakan,’’ tegas dia. (an/fud/yud)
Editor : Yudha Satria Aditama