Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Banjir Luapan Sungai Bengawan Solo Sudah Surut, tapi Tetap Waspada

Andreyan (An) • Sabtu, 1 Maret 2025 | 16:35 WIB
Setelah tiga hari siaga merah, kemarin (28/2) tinggi muka air Sungai Bengawan Solo di wilayah Tuban kembali ke siaga hijau.
Setelah tiga hari siaga merah, kemarin (28/2) tinggi muka air Sungai Bengawan Solo di wilayah Tuban kembali ke siaga hijau.

RADARTUBAN – Warga di sepan­jang bantaran Sungai Be­ngawan Solo bisa bernapas lega. Mulai Jumat (28/2), banjir akibat luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu berangsur surut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Su­darmaji mengatakan, desa-desa dan ratusan hektare lahan pertanian yang sebe­lumnya tergenang bah, kini perlahan surut. 

‘’Beberapa fasilitas umum seperti se­kolah, kantor balai desa hingga masjid, juga sudah mulai dilakukan pember­sihan oleh petugas,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Berdasar pengamatan ting­gi muka air di papan duga Ba­bat, pada pukul 16.00 ke­marin sudah kembali nor­mal—di level hijau dari se­belumnya siaga merah.

‘’Mes­ki tren airnya surut, masyarakat di sepanjang bantaran sungai tetap kami imbau untuk was­pada de­ngan potensi adanya kiriman air dari hulu. Terlebih, curah hujan selama beberapa hari ke depan diprediksi masih cukup tinggi,’’ bebernya.

Sudarmaji menuturkan, dirinya bersama jajarannya terus memonitoring seluruh desa di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Tuban.

‘’Kami lakukan peman­tauan secara berkala, ter­lebih kabarnya wilayah Bojonegoro hari ini (ke­marin, Red), kembali siaga kuning, padahal sehari sebelumnya telah turun di siaga hijau,’’ ungkap dia.

Tren penurunan air di wilayah Kecamatan Rengel dan Plumpang memiliki per­bedaan. Wilayah Rengel me­miliki cekungan daratan rendah yang menjorok cukup dalam dan luas.

Se­hingga, jika terdampak ban­jir, aliran­nya cukup cepat menyebar dan proses surut­nya cukup lama. Berbeda dengan wilayah Kecamatan Plumpang yang tidak memi­liki cekungan daratan ren­dah.

‘’Selain itu, wilayah da­ratan rendahnya juga dekat dengan sungai. Se­hingga lebih cepat surut,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #surut #banjir #BPBD #Bengawan Solo #Rengel #tergenang