Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Apa Itu Ghosting, Lovebombing, dan Orbiting? Istilah Cinta dalam Hubungan Romansa

Shafa Dina Hayuning Mentari • Rabu, 26 Maret 2025 | 15:28 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

Ghosting dan love bombing, adalah dua dari banyak kata populer yang saat ini banyak terdengar. Tidak hanya kosa kata bahasa gaul baru, Gen Z juga melahirkan berbagai istilah baru dalam dunia percintaan. Apa saja?

BUKAN hanya konsep love language yang populer, tetapi juga sejumlah istilah unik yang digunakan untuk menggambarkan dinamika hubungan romantis.

Istilah-istilah ini tak hanya terdengar keren dan kekinian, tetapi juga mempermudah penyebutan dan penjelasan berbagai situasi dalam hubungan—yang terkadang tidak bisa dijelaskan dalam Bahasa Indonesia yang sederhana.

Sebagian besar istilah tersebut merujuk pada perilaku atau sikap seseorang selama menjalin hubungan asmara. Contohnya seperti love bombing, yang berarti memberikan perhatian intens di awal hubungan, namun kemudian menghilang tanpa penjelasan.

Atau ghosting, ketika seseorang tiba-tiba mengakhiri hubungan tanpa kabar atau penjelasan. Menariknya, istilah-istilah ini kerap digunakan untuk menggambarkan hubungan yang awalnya terasa manis, namun berubah menjadi penuh kekecewaan. Salah satu pihak yang merasa tersakiti sering menggunakan istilah-istilah tersebut untuk merujuk pada sikap pasangannya.

Istilah-istilah semacam ini tentu sudah tak asing lagi bagi anak muda, khususnya generasi Z. Kata dalam istilah bahasa romansa ini sering diambil dari istilah sleng di kamus Bahasa Inggris. Setiap kata yang diusung, seolah menciptakan semiotika baru dalam tata bahasa.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana bahasa berkembang mengikuti realitas sosial. Anak-anak muda kini menggunakan istilah-istilah kencan modern sebagai cara untuk mengekspresikan pengalaman asmaranya secara lebih ringkas dan mudah dipahami. (saf/yud)

 

Arti Bahasa Romansa Anak Muda

Love Bombing: Perilaku menunjukkan kasih sayang secara berlebihan di awal hubungan, namun kemudian menghilang tanpa penjelasan, seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Ghosting: Menghilang secara tiba-tiba tanpa kabar, tanpa menunjukkan kasih sayang yang intens seperti love bombing.

Orbiting: Tetap mengikuti aktivitas mantan di media sosial meski hubungan telah berakhir.

Stashing / Backstreet: Menyembunyikan hubungan dari keluarga atau teman-teman, merasa lebih nyaman jika tidak ada yang tahu.

Backburner: Menjadikan seseorang sebagai cadangan atau opsi kedua, tetap menjaga komunikasi tanpa kejelasan hubungan.

Breadcrumbing: Memberikan harapan atau "kode" kecil agar terlihat tertarik, padahal sebenarnya tidak serius.

Benching: Menjaga kedekatan tanpa niat untuk benar-benar menjalin hubungan.

Zombieing: Tiba-tiba kembali hadir setelah lama menghilang, seolah tak pernah memutuskan hubungan.

Haunting: Mantan yang masih “gentayangan” lewat media sosial—menyukai postingan, komentar, atau menonton story.

Roaching: Berkencan dengan lebih dari satu orang secara diam-diam, dan menyembunyikannya dengan berbagai alasan.

Negging: Meremehkan atau mengabaikan perhatian yang diberikan orang lain, sering kali dibungkus sebagai candaan atau sindiran.

Firedoring: Satu pihak yang memberi perhatian sepihak, sementara pihak lain hanya datang saat membutuhkan sesuatu.

Cushioning: Memanfaatkan orang lain dengan embel-embel cinta demi keuntungan pribadi, seperti uang, popularitas, atau fasilitas.

Cuffing: Hanya ingin menjalin hubungan pada waktu tertentu (biasanya saat musim dingin atau liburan), lalu pergi begitu saja setelahnya.

Cloaking: Serupa dengan ghosting, namun pelaku juga memblokir semua akses komunikasi, termasuk media sosial.

Editor : Yudha Satria Aditama
#cinta #bahasa #istilah #Romansa #arti #hubungan #love