Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Warga Ring 1 PT Gasuma Tuntut Pencairan Kompensasi, Setelah Nunggak Lima Bulan

M. Mahfudz Muntaha • Minggu, 20 Juli 2025 | 00:37 WIB

Warga Dusun Badegan, Sokosari, Tuban geram karena kompensasi dari PT Gasuma belum cair sejak Maret.
Warga Dusun Badegan, Sokosari, Tuban geram karena kompensasi dari PT Gasuma belum cair sejak Maret.


RADARTUBAN – Terhitung sudah lima bulan ini warga ring satu PT Gasuma Federal Indonesia (GFI) di Dusun Badegan, Desa Sokosari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban menggerutu.

Itu menyusul dana kompensasi yang tak kunjung diterima sejak Maret lalu. Padahal, biasanya diberikan tiap sebulan sekali.

Menyikapi persoalan tersebut, warga RW 6 Dusun Badegan mulai bergerak menuntut kejelasan kompensasi. Kamis (17/7) malam lalu, misalnya, mereka memasang banner di beberapa titik, yang di antaranya bertuliskan: Bayar Kompensasi Opo Minggat Segera.

Dan banner lain bertuliskan, Selesaikan Tunggakan Pembayaran Kompensasi Warga Atau Hentikan Operasional).

Mubiin, salah satu tokoh pemuda desa setempat mengatakan, tuntutan warga ini terjadi karena PT Gasuma tak kunjung membayar kompensasi warga yang sudah disepakati bersama sejak pabrik pengolahan gas tersebut berdiri.

‘’Ini sebagai tanggung jawab dari semua dampak yang disebabkan,’’ tegasnya.

Dana tersebut, terang dia, diberikan setiap satu bulan sekali kepada keluarga paling dekat dengan area operasi.

Nominalnya, antara Rp 200-300 ribu tergantung berapa dekat jarak rumah warga dengan lokasi operasi perusahaan.

‘’Awal tahun Januari dan Februari bisa cair, tapi masuk Maret tidak ada kejelasan hingga saat ini,’’ ujarnya.

Tidak ingin PT Gasuma pura-pura lupa, warga pun mempertanyakannya.

Bahkan, beberapa hari lalu juga sempat mendatangi area operasi untuk meminta kejelasan, tapi tidak mendapat jawaban.

‘’Alasannya karena yang bertanggung jawab tidak ada saat itu,’’ imbuhnya.

Dari pertemuan itu, warga dijanjikan hari Senin (21/7) dipertemukan dengan pihak Gasuma.

Namun, karena warga sudah geram, sehingga mulai melancarkan aksi protesnya dengan memasang sejumlah banner “ancaman”.

‘’Kalau nanti saat pertemuan dengan manajemen PT Gasuma buntu, warga mengancam akan melakukan demo,’’ tegasnya.

Lebih lanjut, Mubiin menyampaikan, intinya, saat ini warga ingin mengingatkan bahwa perusahaan di desanya itu memiliki kewajiban membayar kompensasi.

‘’Jangan sampai mereka lupa. Kalau sampai lupa ya hati-hati saja,’’ ancamnya.

Terpisah, HRD & General Affair PT Gasuma Federal Indonesia Andik Nugroho mengatakan, terkait masalah kompensasi, pihaknya belum bisa memastikan.

Sebab masih menunggu arahan dari manajemen terkait proses pencairan.

‘’Kami masih menunggu petunjuk manajemen,’’ ujarnya.

Ditegaskan dia, soal pencairan kompensasi pasti akan dilakukan.

Hanya saja, kapan dilakukan, pihaknya belum menyebut secara pasti.

‘’Insya Allah secepatnya,’’ pungkasnya. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Kecamatan Soko #Tuban #warga #kompensasi #PT Gasuma Federal Indonesia