RADARTUBAN – Pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026 di ruang rapat paripurna DPRD Tuban, kemarin (1/10) yang semula berjalan lancar tiba-tiba berhenti.
Suasana rapat antara badan anggaran (banggar) DPRD dan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) tersebut berubah tegang.
Itu terjadi saat Fraksi PKB mempertanyakan anggaran honorer R4 (non database BKN) yang dianggap tidak jelas.
Lantaran TAPD tidak mampu memberikan penjelasan secara spesifik terkait anggaran dan nasib honorer R4, Fraksi PKB akhirnya walkout-nya dari ruang rapat.
‘’Inikan untuk membahas nasib teman-teman honorer R4 di tahun depan, tapi dari eksekutif malah tidak bisa menjelaskan—akan dikemanakan teman-teman honorer R4 ini,’’ ujar Ketua Fraksi PKB, Mukson kepada Jawa Pos Radar Tuban atas aksi walkout-nya tersebut.
Anggota banggar dari fraksi PKB yang turut walkout, yakni Asep Nur Hidayatullah, Luluk Kamim Mukzizat, dan Miyadi.
Praktis, rapat yang sedianya berlangsung dari pagi—pukul 09.00 hingga sore hari, itu langsung disudahi sekitar pukul 13.15.
Diungkapkan Muhson, ketidaksiapan TAPD dalam membahas anggaran honorer R4 ini menandaskan bahwa penataan tenaga honorer non-database BKN di lingkup Pemkab Tuban tidak jelas.
Padahal, jumlah honorer R4 mencapai 1.419 orang.
‘’Dari mulai penempatan, penganggaran, hingga gaji per bulannya berapa dan mekanismenya seperti apa? tidak ada yang jelas. Padahal ini menyangkut nasib ribuan honorer R4,’’ tegas Muhson.
Lebih lanjut, Muhson menegaskan, dengan siswa waktu tahun anggaran 2025 yang tersisa beberapa bulan, semestinya sudah ada keputusan penataan honorer R4 secara jelas dan pasti.
‘’Seharusnya penataan honorer R4 ini sudah matang semua. Bagaimana mau menata, kalau dari penganggaran saja masih di-awang-awang,’’ ujarnya.
Lebih lanjut, politikus dari dapil 4 (Parengan, Singgahan, Senori, Bangilan, dan Kenduruan) itu menyatakan bahwa nasib honorer R4 harus benar-benar diperhatikan.
‘’Selama ini mereka sudah mengabdi untuk pemerintah daerah. Sudah seharusnya mereka mendapatkan kejelasan terkait masa depannya,’’ tandas Muhson. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama