RADARTUBAN – Di tengah ketidakpastian kelanjutan proyek kilang minyak Tuban, sejumlah mahasiswa penerima program beasiswa D3 PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) menuntut kejelasan.
Di antara tuntutan itu, yakni melanjutkan pendidikan D4 dan mendapat pekerjaan dari Pertamina.
‘’Setelah pertemuan (hearing Rabu lalu, Red), pihak PRPP akhirnya menyetujui adanya beasiswa lanjutan ke program D4,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Tuban Fahmi Fikroni setelah mempertemukan para mahasiswa dengan pihak PRPP.
Sementara itu, terkait tuntutan dipekerjakan oleh pihak PRPP atau perusahaan lain di sektor minyak dan gas (migas) seperti penerima beasiswa 2019 yang langsung diterima kerja di Pertamina.
Roni—sapaan akrab Fahmi Fikroni—mengatakan, terkait kepastian kerja tidak masuk dalam MoU (memorandum of understanding).
‘’Soal penyerapan tenaga kerja memang tidak ada kepastian,’’ ujarnya.
Sementara itu, Sr Officer CSR PRPP Yuli Witantra mengatakan, program beasiswa fokus pada pendidikan.
Bukan rekrutmen pekerjaan. Hal ini juga sudah disampaikan sejak awal sosialisasi dan tertulis dalam kontrak dengan masing-masing penerima beasiswa.
‘’Dengan ijazah D4, mereka akan punya kompetensi lebih tinggi, setara Strata 1 Terapan, sehingga peluang karirnya lebih terbuka, baik di sektor migas maupun bidang lain,’’ ujarnya.
Dia sekaligus menegaskan bahwa pihaknya juga membuka peluang bagi mahasiswa program beasiswa ini bekerja di PRPP. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama