Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Perairan Tuban Alami Dua Kali Gempa dalam Sehari, Begini Penjelasan BMKG

Shafa Dina Hayuning Mentari • Senin, 13 Oktober 2025 | 02:21 WIB

 

Gempa 4,3 magnitudo terjadi di perairan Tuban, Minggu siang.
Gempa 4,3 magnitudo terjadi di perairan Tuban, Minggu siang.

RADARTUBAN – Wilayah perairan Kabupaten Tuban diguncang dua kali gempa bumi, kemarin (12/10).

Meski episenter terletak pada jarak 140 kilometer (km) arah Timur Laut Tuban, guncangan gempa berkekuatan magnitudo 4,3 itu tidak terasa hingga daratan Kabupaten Tuban.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 12.58 WIB dengan kedalaman 10 km dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5.74° LS; 112.54° BT tepatnya di laut pada jarak 140 km arah Timur Laut Tuban.

Kepala Stasiun BMKG Tuban Mochammad Nur mengatakan, bahwa gempa tersebut termasuk kedalam jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang berada di wilayah perairan Tuban.

‘’Guncangan lebih dirasakan di Pulau Bawean dengan skala II-III MMI, itu seperti getaran truk yang melintas,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (12/10).

Nur sapaannya melanjutkan, setelah guncangan gempa utama, terdapat satu aftershock atau gempa susulan yang kembali mengguncang dengan magnitudo 3,2 pada pukul 13.57 WIB.

Meski demikian, dia memperkirakaan tidak akan ada lagi gempa susulan setelahnya.

‘’Mungkin kalau gempanya cukup besar, gempa susulannya bisa lebih banyak. Tapi ini kekuatan gempanya terbilang kecil, sehingga untuk potensi gempa susulan berkali-kali sepertinya sudah tidak ada. Pun jarak waktu dengan gempa utama juga cukup lama,” terangnya.

Dia mengungkapkan, alasan mengapa getaran gempa di Kabupaten Tuban jarang terasa adalah karena magnitudonya relatif kecil dan tidak sampai diatas lima skala magnitudo.

Selain itu, jarak daratan Kota Legen dengan episenter gempa juga turut berpengaruh.

‘’Tentunya kedalaman gempa juga berpengaruh. Gempa kali ini pun episenternya lebih dekat dengan Bawean. Selain itu, struktur batuan di Tuban juga tampaknya memengaruhi guncangan yang terjadi,” lanjutnya.

Hingga saat ini, Nur menambahkan, belum ada laporan, dampak kerusakan yang ditimbulkan dari seisme aktivitas sesar aktif tersebut.

‘’Masyarakat diimbau untuk memeriksa kondisi bangunan dan memastikan tidak ada kerusakan akibat gempa yang membahayakan kestabilan bangunan,” tandasnya. (saf)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Gempa Bumi #BMKG #guncangan