RADARTUBAN – Drama kendaraan shuttle peziarah yang tak kunjung tuntas bikin gerah Fraksi PKB DPRD Tuban.
Dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi terhadap rancangan APBD 2026, Jumat (17/10), fraksi ini melayangkan kritik keras.
Mereka menilai mandeknya penyelesaian persoalan shuttle merugikan banyak pihak. Terutama pedagang dan tukang becak di kawasan Parkir Wisata Kebonsari.
Ketua Fraksi PKB Mukson menegaskan, persoalan tersebut tak bisa terus dibiarkan menggantung.
“Masalah shuttle ini jangan sampai berlarut-larut,’’ kritiknya.
Karena itu, fraksinya meminta agar pemerintah daerah melakukan penertiban kendaraan – kendaraan shuttle tersebut.
Sebab, keberadaan mereka mengakibatkan area Parkir Wisata Kebonsari sepi bus peziarah. Hal ini berdampak pada pedagang dan tukang becak di area parkir tersebut.
Mukson juga mendorong agar pemkab segera duduk bersama dengan semua pihak yang terlibat, mulai tukang becak, pedagang, hingga pengelola angkutan umum.
“Mengumpulkan semua pihak ini agar bisa evaluasi bersama untuk mengambil kebijakan yang tepat sehingga semua saling diuntungkan,” ujar wakil rakyat dari dapil IV (Parengan, Singgahan, Bangilan, Senori, dan Kenduruan) itu.
Menurut Mukson, jika dibiarkan berlama-lama, masalah ini berpotensi melebar.
“Karena saat ini saja pemkab belum menyelesaikan masalah pedagang kaki lima. Kalau ini tidak segera diambil keputusan, maka bisa saja akan menambah lagi,” tegasnya yang minta segera dijadwalkan pertemuan agar segera ada solusi terbaik.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban Anthon Tri Laksono tak menampik bahwa polemik kendaraan shuttle masih dalam pembahasan.
“Dicari solusi terbaik untuk semua,” jawabnya singkat.
Anthon menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan skema parkir baru bagi bus wisata. Menurut dia, saat ini pemerintah daerah telah menyiapkan skema untuk bus wisata tersebut Parkir Wisata Kebonsari.
Ketika ingin berwisata di tempat lain bisa dijemput shuttle dari Kebonsari.
‘’Jadi nantinya semua bus di Kebonsari baru diantar ke wisata tujuan. Ini skema yang sudah kami siapkan,” terangnya. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama