RADARTUBAN – Menjelang keberangkatan, kuota calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Tuban menyusut.
Dari total 1.636 orang yang siap berangkat, dua di antaranya dipastikan batal. Karena itu, jumlah akhir menjadi 1.634 jemaah.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tuban, Abd Ghofur mengatakan, dua CJH tersebut gagal berangkat karena meninggal dunia dan mengalami sakit permanen, sehingga tidak memenuhi syarat melanjutkan ibadah ke Tanah Suci.
Baca Juga: Haji Ilegal Berujung Cekal 10 Tahun, Kemenhaj Minta Masyarakat Tak Tergiur Jalur Cepat
“Keduanya tidak ada penggantinya, sehingga CJH yang siap berangkat 1.634,” ujarnya.
Ghofur menjelaskan, data tersebut merupakan pembaruan terakhir yang telah masuk dalam pramanifest keberangkatan.
Kedua jemaah ini berbeda dengan delapan CJH sebelumnya yang sempat dinyatakan gagal berangkat karena tidak memenuhi syarat istitaah kesehatan.
Artinya, keduanya telah melewati tahapan verifikasi hingga mendekati proses akhir administrasi, termasuk penerbitan visa.
“Sebenarnya sempat terbuka peluang penggantian oleh ahli waris, tapi peluang tersebut tidak bisa direalisasikan karena keterbatasan waktu,” imbuhnya.
Dia menambahkan, opsi pelimpahan porsi haji tidak dapat dilakukan karena proses pengurusan visa telah mendekati batas akhir.
Padahal, pelimpahan membutuhkan tahapan administratif yang panjang, mulai dari pengajuan berkas, verifikasi, hingga proses biometrik atau bio visa.
“Karena proses visa sudah mau close akhirnya tidak bisa dilakukan,” ujarnya lagi.
Meski terjadi pengurangan, Kemenhaj Tuban memastikan tidak ada perubahan signifikan terhadap jadwal keberangkatan maupun pembagian kelompok terbang (kloter).
Seluruh jemaah yang tersisa diminta tetap mempersiapkan diri secara optimal.
Ghofur mengimbau para CJH menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan.
Baca Juga: Manasik Haji Tuban Masuki Tahap Akhir, Digelar 2 April di Tingkat Kabupaten
Mengingat ibadah haji menuntut kesiapan fisik yang baik, di tengah padatnya rangkaian ibadah serta perbedaan cuaca ekstrem di Arab Saudi.
“Kami harapkan seluruh jemaah menjaga kesehatan. Karena ini ibadah fisik, jadi kesiapan harus benar-benar matang,” pungkasnya.(fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama