Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tanpa Waktu Tambahan, Verval Data Kependuduk Wajib Selesai Tepat Waktu Hari Ini

Ahmad Atho’illah • Senin, 20 April 2026 | 17:23 WIB
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky memberikan arahan kepada ASN di lingkup Pemkab Tuban. (Diskominfo-SP Tuban untuk Radar Tuban)
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky memberikan arahan kepada ASN di lingkup Pemkab Tuban. (Diskominfo-SP Tuban untuk Radar Tuban)

RADARTUBAN – Verifikasi dan validasi (verval) data kependudukan 2026 yang melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Tuban berakhir hari ini, Senin (20/4).

Namun, menjelang tenggat akhir beberapa hari lalu, sejumlah ASN, baik yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), mengaku belum mencapai target jumlah survei yang diamanatkan. Beberapa di antaranya adalah ASN guru kelas di jenjang sekolah dasar (SD).

Dua hari lalu, IN, salah guru kelas di salah satu SD di Kecamatan Palang, mangaku baru mencapai 80 persen dari target sekitar 60 responden. Lamanya proses survei ini karena statusnya sebagai guru kelas. Sehingga, kegiatan survei tidak bisa dilakukan di sela-sela jam mengajar.

Baca Juga: ASN Tuban Wajib tanpa Kendaraan Bermotor Setiap Jumat, Disdik Mulai Terapkan Aturan Hemat Energi

‘’Tanpa mengurangi rasa hormat atas dedikasi ASN lain di luar guru, yang kadang bisa melakukan survei saat jam kerja, kalau kami—sebagai guru kelas tidak bisa. Status guru kelas tidak bisa ditinggal,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Pendidik asal Kecamatan Semanding itu mengungkapkan, setiap guru kelas harus stand by di kelas—dari pagi hingga jam pulang sekolah. Sebab, guru kelas mengajar semua mata pelajaran, kecuali pelajaran agama dan PJOK (pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan).

’Itu pun, kalau tidak ada guru PJOK-nya, guru kelas juga merangkap menjadi guru PJOK,’’ jelasnya.

Karena itu, terang IN, tugas tambahan sebagai surveyor data kependudukan baru bisa dilakukan selepas menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai pendidik guru kelas.

‘’Karena harus ngajar dulu, ya surveinya baru bisa dilakukan saat sore, kadang juga malam, sebab siangnya harus istrahat dulu,’’ jelasnya.

Meski demikian, IN optimistis bisa mencapai target survei yang diamanatkan kepada dirinya. ‘’Semoga saja bisa selesai tepat waktu,’’ tandasnya.

Hal senada juga disampaikan AF, salah satu guru SD di Kecamatan Tuban. Meski dirinya sebagai guru agama, namun sebagai solidaritas dengan guru kelas, kegiatan survei baru dilakukan selepas pulang sekolah.

‘’Kepala sekolah kami juga tegas. Jangan sampai kegiatan survei mengganggu kegiatan belajar mengajar. Bagaimanapun caranya, survei harus dilakukan setelah tanggung jawab sebagai guru selesai,’’ tandasnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Tuban Arif Handoyo memastikan bahwa tidak ada tambahan waktu verval data kependudukan.

Menurutnya, waktu hampir satu bulan (26 Maret-20 April) sudah sangat cukup untuk menuntaskan survei dengan jumlah responden sekitar 50-40 keluarga. ‘’Karena itu, tetap sesuai target awal,’’ jelasnya.

Bagi yang hingga hari H tenggat akhir belum tuntas, Arif berharap segera dituntaskan sesuai jumlah responden yang diamanatkan. ‘’Harus diupayakan selesai,’’ tandasnya. (tok/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#survei #Tuban #verbal #pemkab