Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Efisiensi Anggaran, Perbaikan Kerusakan Jalan Berpotensi Tidak Maksimal

Andreyan (An) • Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:58 WIB
 Kondisi titik jalan di JLS yang mengalami kerusakan parah. (ANDREYAN/RADAR TUBAN)
Kondisi titik jalan di JLS yang mengalami kerusakan parah. (ANDREYAN/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Perbaikan jalan di Tuban pada tahun ini berpotensi tidak maksimal. Selain jumlah titik kerusakan yang mengalami kenaikan signifikan, juga terdampak kebijakan efisiensi anggaran.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban, panjang kerusakan jalan di Tuban pada 2025 sepanjang133,99 kilometer (km). Rinciannya,89,18 km rusak biasa dan 44,81 kmdalam kondisi rusak berat. Kerusakan itu meliputi jalan kabupaten, provinsi, hingga jalan nasional.

Angka kerusakan itu meningkat drastis jika dibandingkan tahun 2024 lalu yang hanya terdapat 116,98 km, dengan rincian 74,52 km rusak biasa dan 42 km rusak berat.

Namun, di saat kerusakan jalan bertambah panjang, anggaran perbaikan malah berkurang akibat efisiensi anggaran.

Baca Juga: Perbaikan Jalan di JLS Tuban Belum Tuntas, Satlantas Terapkan Sistem Contraflow untuk Atasi Kerusakan

Merujuk laman sirup.inaproc, setidaknya ada 48 titik jalan di wilayah Kabu paten Tuban yang masuk dalam penganggaran per baikan, peningkatan, hingga rehabi litasi jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Pe nataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permu kiman
(PUPR PRKP) sepanjang 2026.

Salah satu titik kerusakan yang menyedot anggaran fantastis yakni perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Tuban. Totalnya mencapai Rp 7 miliar untuk melakukan pergantian konstruksi cor rigid beton pada area yang mengalami kerusakan berat.

‘’Perbaikan jalan untuk saat ini diprioritaskan pada titik jalan yang mengalami kerusakan berat dan ber lubang,’’ ungkap Kepala Dinas PUPR PRKP Tuban Agung Supriyadi.

Senada dikatakan oleh Staf Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Jawa Timur Siska Yufina. Dia juga tidak menampik jika ke bijakan efisiensi turut ber dampak pada proses per baikan maupun pemeliharaan jalan di tahun ini.

‘’Tetap berdampak (pada penganggarannya, Red),’’ bebernya kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (22/5).

Lebih lanjut dia mengklaim bahwa ruas jalan yang menjadi tanggung jawab instan sinya tidak ada yang me ngalami kerusakan kategori berat. Disinggung ihwal banyaknya anggaran yang dikepres, Siska enggan membeberkan secara rinci. Dia hanya membenarkan bahwa kebijakan efeisiensi turut berimbas pada intansinya.

‘’Kalau berapa persennya kami tidak tahu. Hanya saja, untuk tahun ini dianggarkan kurang lebih sekitar Rp 8,9 miliar,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #kerusakan jalan #Perbaikan Jalan #efisiensi anggaran