RADARTUBAN – Kebiasaan doomscrolling atau terus-menerus menggulir informasi negatif di media sosial kini makin sering terjadi di tengah masyarakat digital.
Alih-alih sekadar mencari informasi, perilaku ini justru berpotensi memicu tekanan psikologis.
Akses informasi yang cepat memang menjadi keunggulan era digital. Namun di sisi lain, paparan berita negatif tanpa henti dapat menimbulkan stres, kecemasan, bahkan kelelahan emosional.
Pakar kesehatan dari Harvard Medical School, Aditi Nerurkar, menegaskan bahwa tetap terinformasi itu penting, tetapi tidak boleh mengorbankan kesehatan mental.
Baca Juga: Viral di Medsos, Gua Nganten Rengel Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Baru
Perlu Batasan Digital untuk Menjaga Keseimbangan
Mengatur penggunaan perangkat digital menjadi langkah penting agar keseimbangan fisik dan mental tetap terjaga. Tanpa kontrol yang baik, kebiasaan doomscrolling dapat berkembang menjadi kecanduan yang sulit dihentikan.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, terdapat sejumlah strategi sederhana yang bisa diterapkan untuk mengurangi kebiasaan ini.
9 Cara Efektif Menghentikan Doomscrolling
- Jauhkan ponsel dari tempat tidur
Menghindari kebiasaan mengecek ponsel saat bangun membantu memulai hari dengan lebih tenang. - Batasi akses ponsel saat bekerja
Letakkan ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau untuk meningkatkan fokus. - Tidak menggunakan ponsel saat makan
Waktu makan bisa menjadi momen istirahat mental dan interaksi sosial. - Gunakan mode layar abu-abu (grayscale)
Tampilan yang kurang menarik dapat menekan dorongan untuk terus menggulir layar. - Matikan notifikasi
Mengurangi distraksi sekaligus memberi kendali atas konsumsi informasi. - Fokus pada berita lokal
Menurut Richard Mollica, informasi lokal cenderung lebih relevan dan tidak memicu kecemasan berlebihan. - Berani menyaring konten
Hindari informasi yang sarat kekerasan atau negatif berlebihan. - Alihkan perhatian ke aktivitas positif
Kegiatan seperti relawan, seni, atau berjalan di alam bisa menyeimbangkan emosi. - Konsultasi dengan profesional
Jika sulit dikendalikan, bantuan dokter atau ahli diperlukan.
Bijak Bermedia Sosial Jadi Kunci
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengonsumsi informasi digital. Mengendalikan doomscrolling bukan hanya soal kebiasaan, tetapi juga investasi penting bagi kesehatan mental di era modern. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama