Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenapa Bagian Bawah Kapal Berwarna Merah? Ini Penjelasan Ilmiah dan Fungsinya

Bihan Mokodompit • Jumat, 17 Juli 2026 | 12:05 WIB
Ilustrasi kapal. (RADARTUBAN/AI)
Ilustrasi kapal. (RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN - Bagian bawah kapal berwarna merah menjadi pemandangan yang sudah sangat umum pada berbagai jenis kapal, mulai dari kapal kargo, kapal penumpang, hingga kapal nelayan.

Banyak orang mengira warna merah tersebut hanya dipilih untuk mempercantik tampilan kapal.

Padahal, warna tersebut memiliki fungsi penting yang berkaitan dengan keselamatan, efisiensi operasional, dan perlindungan struktur kapal.

Penggunaan warna merah pada bagian bawah kapal bukanlah sebuah aturan wajib di dunia pelayaran.

Namun, warna tersebut telah menjadi standar yang digunakan selama puluhan tahun karena berkaitan erat dengan bahan pelapis yang digunakan pada lambung kapal.

Baca Juga: Trump Usul AS Jaga Selat Hormuz dan Tarik Bayaran dari Kapal yang Melintas

Fungsi Cat Merah pada Lambung Kapal

Alasan utama bagian bawah kapal berwarna merah adalah karena permukaan yang selalu terendam air laut dilapisi cat antifouling.

Cat ini dirancang khusus untuk melindungi lambung kapal dari berbagai ancaman yang berasal dari lingkungan laut.

Salah satu ancaman terbesar adalah menempelnya organisme laut seperti teritip, kerang, ganggang, dan lumut.

Jika dibiarkan menumpuk, organisme laut dapat membuat permukaan lambung kapal menjadi kasar.

Permukaan yang kasar akan meningkatkan hambatan ketika kapal bergerak di atas air.

Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kecepatan. Kondisi tersebut membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Biaya operasional kapal pun menjadi lebih tinggi.

Karena itu, penggunaan cat antifouling menjadi solusi penting dalam industri pelayaran.

Melindungi Lambung Kapal dari Korosi

Selain mencegah pertumbuhan organisme laut, cat antifouling juga berfungsi sebagai lapisan pelindung terhadap korosi.

Baca Juga: Kapal Cepat Banyuwangi–Denpasar Tutup Layanan, Rute Strategis ke Bali Kini Resmi Terhenti

Air laut mengandung kadar garam yang tinggi. Kondisi tersebut dapat mempercepat proses karat pada material logam.

Lapisan pelindung ini membantu menjaga kekuatan lambung kapal dalam jangka waktu yang lebih lama.

Perawatan kapal pun menjadi lebih efisien. Dengan perlindungan yang baik, umur pakai kapal dapat diperpanjang.

Mengapa Warna Merah Menjadi Pilihan?

Banyak orang bertanya mengapa bagian bawah kapal berwarna merah, bukan biru atau hitam.

Jawabannya berkaitan dengan sejarah perkembangan teknologi pelapisan kapal.

Pada masa lalu, cat antifouling umumnya menggunakan bahan dasar tembaga oksida atau cuprous oxide.

Senyawa tersebut memiliki warna merah kecokelatan secara alami.

Karena terbukti efektif menghambat pertumbuhan organisme laut, penggunaan cat berwarna merah kemudian menjadi kebiasaan di industri pelayaran.

Seiring berkembangnya teknologi, produsen kini telah mengembangkan cat antifouling dengan berbagai pilihan warna.

Saat ini tersedia warna hitam, biru, hijau, hingga abu-abu.

Meski demikian, banyak perusahaan pelayaran tetap mempertahankan warna merah.

Pilihan tersebut dilakukan karena sudah menjadi identitas visual yang mudah dikenali.

Warna Merah Bukan Aturan Wajib

Meskipun identik dengan kapal, bagian bawah kapal berwarna merah sebenarnya bukan ketentuan internasional.

Tidak ada regulasi yang mewajibkan setiap kapal menggunakan warna tersebut.

Yang menjadi standar adalah penggunaan pelapis pelindung sesuai kebutuhan operasional kapal.

Artinya, kapal tetap dapat menggunakan warna lain selama lapisan pelindungnya mampu menjalankan fungsi sebagai cat antifouling.

Faktor efektivitas perlindungan jauh lebih penting dibandingkan pilihan warna.

Fenomena bagian bawah kapal berwarna merah memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Warna tersebut berasal dari sejarah penggunaan cat antifouling berbahan tembaga oksida yang efektif mencegah pertumbuhan organisme laut.

Selain menjaga kebersihan lambung kapal, lapisan pelindung ini juga membantu mengurangi hambatan saat kapal berlayar, menghemat bahan bakar, serta melindungi badan kapal dari korosi.

Meskipun kini tersedia berbagai pilihan warna modern, merah tetap menjadi warna yang paling banyak digunakan karena telah menjadi standar visual dalam industri pelayaran di berbagai belahan dunia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Bagian bawah kapal berwarna merah warna merah kapal