Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bos Besar Telegram Ditangkap Di Prancis, Telegram: Tidak Masuk Akal

Andika Julia Perdana Putra • Selasa, 27 Agustus 2024 | 01:02 WIB
Pemilik Telegram Pavel Durov yang ditangkap di Prancis dan mendapat respons dari Telegram.
Pemilik Telegram Pavel Durov yang ditangkap di Prancis dan mendapat respons dari Telegram.

RADARTUBAN - Kantor Telegram buka suara setelah bos besar mereka ditangkap kepolisian Prancis pada Sabtu (24/8) malam waktu setempat.

Tak berselang lama telegram mengumumkan pernyataan resmi pada 26 Agustus dini hari waktu Indonesia Barat. Pengumuman tersebut disampaikan melalui kanal resmi telegram news pada aplikasi telegram.

Di dalam isi pengumuman tersebut pihak telegram mengklaim telah mematuhi undang-undang Eropa yang berlaku serta undang-undang layanan digital.

"Telegram mematuhi undang-undang Uni Eropa, termasuk Undang-Undang Layanan Digital — moderasinya berada dalam standar industri dan terus ditingkatkan," tulis telegram dalam keterangan resminya terkait ditangkapnya pemilik Telegram Pavel Durov.

Telegram juga berpendapat CEO mereka Pavel Durov sama sekali tidak menyembunyikan perihal apapun. Menurut telegram Pavel Durov juga sering bepergian ke negara Eropa.

"CEO Telegram Pavel Durov tidak menyembunyikan apa pun dan sering bepergian ke Eropa," jelas Telegram.

Menurut pihaknya penangkapan CEO Pavel Durov merupakan sebuah hal yang tidak masuk akal. Pasalnya pemilik menjadi bertanggung jawab atas penyalahgunaan platform telegram yang dilakukan oleh pengguna.

Telegram juga mengklaim hampir satu miliar pengguna menggunakan platform ini sebagai sarana komunikasi serta informasi terkait hal penting lainnya.

"Tidak masuk akal untuk mengklaim bahwa suatu platform atau pemiliknya bertanggung jawab atas penyalahgunaan platform tersebut," tulis Telegram.

"Hampir satu miliar pengguna di seluruh dunia menggunakan Telegram sebagai sarana komunikasi dan sebagai sumber informasi penting," tambahnya.

Telegram terus memantau dan menunggu informasi atau pernyataan resmi pihak kepolisian Perancis atas penangkapan CEO mereka Pavel Durov di Perancis.

"Kami sedang menunggu penyelesaian segera atas situasi ini. Telegram bersama Anda semua,". lanjut dia. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#prancis #layanan digital #kanal resmi #Uni Eropa #pemilik telegram pavel durov