RADARTUBAN - Presiden Indonesia Prabowo Subianto, bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, di Gedung Putih pada Selasa (12/11). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan komitmennya untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan AS.
“Saya akan bekerja keras untuk memperkuat hubungan Indonesia-AS, dan berharap tujuan ini dapat tercapai agar kita memiliki kerja sama yang solid,” ujar Prabowo seperti dikutip dari Reuters.
Setelah melakukan percakapan telepon dengan mantan Presiden AS, Donald Trump, Prabowo melanjutkan pertemuannya dengan Biden di Ruang Oval.
Prabowo tiba di Washington DC langsung dari China, di mana ia bertemu dengan Presiden Xi Jinping dalam rangkaian perjalanan luar negeri pertamanya sejak menjabat pada bulan Oktober.
Menurut keterangan dari Gedung Putih, kedua pemimpin negara membahas berbagai isu, seperti perubahan iklim, konflik di Timur Tengah, serta situasi di Laut China Selatan.
Pihak AS mendorong Indonesia untuk bekerja sama dengan ahli hukum guna memastikan semua perjanjian dengan China selaras dengan hukum internasional.
Pernyataan ini dikeluarkan setelah Indonesia dan China menandatangani kesepakatan maritim. Indonesia menegaskan bahwa perjanjian tersebut tidak berarti pengakuan terhadap klaim "9 Garis Putus" China di Laut China Selatan.
“Kami mendorong Indonesia untuk bekerja sama dengan para ahli hukum mereka agar setiap perjanjian yang dibuat dengan (China) sesuai dengan hukum internasional, khususnya Konvensi PBB tentang Hukum Laut,” ungkap juru bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, dalam konferensi pers. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama