RADARTUBAN - Megaroket Starship milik SpaceX meledak di udara saat uji coba peluncuran ketujuh dari markasnya di Starbase, Texas Selatan.
Puing-puing roket terbakar dan jatuh ke langit perairan Karibia, meninggalkan jejak garis-garis asap di angkasa.
Serpihan roket Starship tersebut bahkan mengganggu lalu lintas penerbangan. Beberapa penerbangan, yang terpantau melalui FlightRadar24, terpaksa berputar-putar menunggu agar serpihan Starship itu tidak menghalangi jalur mereka.
Sebenarnya, roket setinggi 123 meter ini berhasil lepas landas dan mencapai tahap pemisahan antara booster dan kapal. Pendorong tahap pertama (lower stage), yang disebut Super Heavy, berhasil kembali ke Starbase dan secara dramatis 'ditangkap' kembali oleh 'sumpit' menara peluncuran.
Namun, sekitar delapan menit setelah penerbangan, tepatnya pukul 17:38 waktu lokal, SpaceX kehilangan kontak dengan upper stage Starship (dikenal sebagai Ship), dan terlihat serpihan bola api jatuh dari angkasa.
Dan Huot, Manajer Komunikasi SpaceX, mengakui adanya anomali tersebut.
“Kami memang kehilangan semua komunikasi dengan roket tersebut-pada dasarnya memberi tahu kami bahwa ada anomali pada upper stage roket,” ujar Huot dikutip dari Reuters, Jumat (17/1).
Dugaan awal penyebab ledakan roket adalah kebocoran bahan bakar oksigen cair internal yang menyebabkan peningkatan tekanan.
FAA akan melakukan investigasi terhadap insiden ini, yang kemungkinan dapat menghentikan sementara program Starship. Insiden serupa sebelumnya juga terjadi, yang menyebabkan SpaceX menunda program peluncuran.
Rekaman saksi mata menunjukkan puing-puing roket melesat melintasi langit di atas Port-au-Prince, Haiti, meninggalkan jejak asap yang terlihat jelas.
Debris tersebut menyebabkan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) mengalihkan lalu lintas udara di wilayah tersebut demi memastikan keamanan, serta menunda keberangkatan penerbangan dari bandara utama Florida, serta memaksa penerbangan lainnya untuk mengubah arah.
Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 melaporkan puluhan pengalihan (diversion) dan penundaan (delay), terutama penerbangan rute Miami-Fort Lauderdale.
Meskipun FAA sebelumnya telah menutup wilayah udara di sekitar lokasi peluncuran, mereka harus memetakan area puing-puing roket Starship berjatuhan, untuk mencegah pesawat memasuki zona bahaya.
CEO SpaceX, Elon Musk sendiri mengunggah video puing-puing Starship yang berjatuhan di akun X pribadinya, dan berkomentar, “Keberhasilan tidak pasti, yang pasti ada hiburan!”
Insiden ini mengancam target SpaceX untuk melakukan setidaknya 12 peluncuran Starship tahun ini. Namun, CEO SpaceX, Elon Musk menyatakan optimismenya.
“Sejauh ini tidak ada yang menyarankan untuk mengundur peluncuran berikutnya,” ujar Musk.
Program Starship sangat krusial bagi visi Musk dalam mewujudkan perjalanan antarplanet dan menyebarkan konstelasi satelit yang sangat besar.
SpaceX kini menghadapi tantangan pengawasan dari regulator, serta tekanan untuk mempertahankan jadwal peluncuran sambil memastikan keamanan dan keandalan Starship. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni