Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dituduh Tunduk pada Sensor Rusia, Valve Dikritik Usai Hapus Flick Solitaire dari Steam

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 30 November 2025 | 22:35 WIB
Valve dapatkan kritik karena penuhi permintaan dari otoritas Rusia.
Valve dapatkan kritik karena penuhi permintaan dari otoritas Rusia.

RADARTUBAN - Platform distribusi game PC yang paling populer, Steam, kembali menjadi buah bibir mengenai kebebasan berekspresi.

Kasus terbaru ini melibatkan Flick Solitaire, game kartu yang hadir di berbagai platform seperti Android, iOS dan baru-baru masuk ke Steam.

Hanya saja tak berselang lama, platform tersebut diketahui menghapus Flick Solitaire di Rusia setelah mendapatkan permintaan dari badan sensor Roskomnadzor karena adanya dek kartu yang bertemakan LGBTQ+.

Ironisnya, game ini telah beredar di Rusia sejak 2020 untuk mobile tanpa adanya hambatan berarti.

Tetapi setelah rilis di platform Steam Oktober lalu, Roskomnadzor langsung meminta Valve, Apple dan Google untuk menghapus Flick Solitaire karena mempromosikan seksualitas non-tradisional.

Permintaan Roskomnadzor ini ditolak oleh Google dan Apple.

Sedangkan Valve memilih untuk mematuhi tuntutan tersebut sekaligus menyalahkan pengembang Flick Games karena tidak mematuhi regulasi lokal yang berlaku.

Ian Masters, pendiri Flick Games mengatakan game buatannya telah tersedia di lebih dari 40 negara yang menerapkan larangan LGBTQ+ tanpa pernah disensor.

Laporan lain menunjukkan Valve sering kali lebih memilih mematuhi permintaan sensor dari Rusia dengan klaim lebih dari 260 game telah dihapus.

Banyak pihak, mengritik langkah Valve yang dianggap gagal melindungi kebebasan berekspresi.

Meskipun di sisi lain langkah ini menjadi upaya perusahaan untuk tetap mematuhi aturan yang ada. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Game #PC #steam #ios #kartu #android