Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bahaya Paparan Layar Ponsel pada Balita, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Anak

Nadia Nafifin • Rabu, 4 Juni 2025 | 17:49 WIB
Dokter anak mengingatkan bahaya layar ponsel pada balita.
Dokter anak mengingatkan bahaya layar ponsel pada balita.

RADARTUBAN - Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Farid Agung Rahmadi Msi., Med., Sp.A (SubsTKPS-K), menyampaikan bahwa anak balita di bawah usia dua tahun merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak negatif dari paparan layar (screen time).

Dalam sebuah seminar media yang digelar secara virtual dari Jakarta pada hari Selasa (3/6), Farid menjelaskan bahwa screen time merujuk pada lamanya seseorang terpapar perangkat elektronik.

Seperti televisi, komputer, laptop, atau ponsel, yang saat ini sangat mudah diakses dan digunakan.

"Pada saat itu otak seorang anak sedang tumbuh dan berkembang hebat karena ada plastisitas otak yang paling hebat di umur itu, ada sinaptogenesis," kata Farid.

Dokter yang merupakan anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatrik Sosial IDAI tersebut menyatakan bahwa paparan layar (screen time) dapat menurunkan frekuensi dan mutu interaksi antara anak dan orang tua, yang pada akhirnya berdampak pada pola bermain bayi.

Dalam konteks perilaku bermain bayi, terdapat aspek kuantitas dan kualitas yang menjadi ciri khas.

Ketika anak terlalu sering terpapar layar, durasi sesi bermain mereka cenderung menjadi lebih singkat.

"Kompleksitas bermain dan fokus perhatiannya menjadi kurang karena tersita sekali dengan adanya screen time. Jadi, pengalaman-pengalaman berinteraksi dengan orang lain menjadi sangat kurang," ucap Farid.

Dia menjelaskan bahwa jenis dan lama penggunaan media oleh anak-anak telah berubah secara signifikan. Dahulu, televisi merupakan media layar utama dengan rata-rata durasi screen time sekitar 1 jam 20 menit.

Namun, menurut Farid, sejak tahun 2011, perangkat pribadi seperti gawai mulai menggantikan televisi sebagai media dominan dalam kehidupan anak-anak.

Sebagai contoh, tren screen time di Kanada pada tahun 2011 mencapai 39 persen, kemudian meningkat menjadi 80 persen dalam dua tahun setelah anak-anak mulai lebih sering menggunakan gawai pribadi.

Durasi paparan layar pun bertambah, dari 1 jam 20 menit menjadi total 4 jam, yang meliputi waktu layar dari gawai dan televisi. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Screen Time #dokter #IDAI #tumbuh kembang