Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rahasia Pisang bagi Atlet! Bisa Jadi Sumber Energi Instan, Tingkatkan Performa hingga Pulihkan Otot

Bihan Mokodompit • Kamis, 14 Agustus 2025 | 21:10 WIB
Febri Haryadi saat makan pisang usai latihan bersama timnas Indonesia beberapa waktu lalu.
Febri Haryadi saat makan pisang usai latihan bersama timnas Indonesia beberapa waktu lalu.

RADARTUBAN - Pisang adalah buah yang sederhana, namun manfaatnya bagi atlet sangat besar.

Banyak atlet memilih pisang sebagai camilan sebelum dan saat pertandingan, karena kandungan nutrisinya mampu menjaga performa sekaligus mempercepat pemulihan tubuh.

Manfaat pisang untuk atlet tidak hanya terbatas pada pemberian energi, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan cairan dan kesehatan otot.

1. Sumber Kalium yang Penting

Pisang dikenal sebagai sumber kalium yang baik, mineral yang berperan penting dalam mengoptimalkan performa atlet.

Kalium berfungsi mengatur kontraksi otot, menyeimbangkan kadar cairan tubuh, serta mencegah kram.

Dalam satu pisang berukuran sedang, terdapat sekitar 450 mg kalium. Kandungan ini juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, melindungi saraf, dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.

Tak heran jika banyak atlet mengandalkan pisang untuk memenuhi kebutuhan kalium harian mereka.

2. Penambah Energi Instan

Bagi atlet, energi cepat sangat dibutuhkan untuk mempertahankan fokus dan stamina.

Pisang menjadi pilihan tepat karena mengandung sekitar 30 gram karbohidrat dalam satu buah ukuran sedang.

Kandungan gula alaminya memberikan dorongan energi yang cepat sekaligus aman dikonsumsi.

Beberapa sumber menyebut, karbohidrat dari pisang dapat langsung diubah menjadi energi, sehingga cocok dikonsumsi sebelum atau saat pertandingan berlangsung.

3. Kaya Karbohidrat untuk Stamina

Selain memberikan energi instan, pisang juga kaya karbohidrat dengan rata-rata 27 gram per buah.

Karbohidrat ini membantu meningkatkan cadangan glikogen dalam otot dan hati.

Glikogen sangat dibutuhkan sebagai sumber tenaga utama ketika tubuh melakukan aktivitas fisik intens, termasuk olahraga kompetitif.

4. Obat Tidur Alami yang Menenangkan

Pisang mengandung magnesium, kalium, dan triptofan yang mampu membantu relaksasi otot.

Triptofan diubah menjadi serotonin dan melatonin, hormon yang memicu rasa tenang dan mengatur siklus tidur.

Mengonsumsi pisang dapat membantu tubuh lebih rileks dan tidur lebih nyenyak, sehingga atlet memiliki waktu pemulihan optimal.

5. Meningkatkan Mood dan Fokus Mental

Triptofan dalam pisang juga berperan dalam menjaga suasana hati tetap baik.

Serotonin yang dihasilkan membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus.

Bagi atlet, kondisi mental yang stabil adalah kunci performa maksimal di lapangan.

6. Terjangkau dan Mudah Dibawa

Selain kaya manfaat, pisang mudah ditemukan sepanjang tahun, harganya terjangkau, dan praktis dibawa kemanapun.

Kulitnya yang tebal melindungi buah dari kotoran, menjadikannya camilan sehat yang higienis bagi atlet.

7. Mendukung Performa dan Pemulihan Lebih Cepat

Penelitian oleh Nick Gillit dan David Nieman dari Appalachian State University mengungkapkan, atlet yang mengonsumsi pisang sebelum dan selama latihan memiliki performa 5 persen lebih cepat dibandingkan yang hanya minum air putih.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemulihan energi berlangsung lebih cepat, dan kemampuan fokus meningkat setelah mengonsumsi pisang.

Dengan kandungan kalium, karbohidrat, magnesium, dan triptofan, pisang bukan sekadar buah biasa.

Manfaat pisang untuk atlet meliputi peningkatan stamina, pemulihan cepat, menjaga mood, hingga membantu kualitas tidur.

Dengan harga terjangkau dan kemudahan akses, tak heran pisang menjadi camilan favorit para atlet profesional maupun amatir. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pisang #kalium #Manfaat pisang untuk atlet #Kesehatan otot #pemulihan otot #atlet #energi #stamina