Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengatasi PCOS dengan Pola Hidup Sehat, dr. Rati Jelaskan Cara Efektif untuk Wanita Muda

Erlina Alfira Qurrotu Aini • Rabu, 1 Oktober 2025 | 03:05 WIB
PCOS berdampak pada siklus menstruasi & kesuburan. Pola hidup sehat dan dukungan keluarga penting kendalikan gejala PCOS.
PCOS berdampak pada siklus menstruasi & kesuburan. Pola hidup sehat dan dukungan keluarga penting kendalikan gejala PCOS.

RADARTUBAN - Penyakit PCOS semakin marak diderita oleh remaja akhir hingga 20-an tahun. Penyakit ini merupakan sebua gangguan hormonal yang memengaruhi siklus menstruasi dan kesuburan pada wanita. 

Dalam podcast LINES TALK di YouTube LDII TV, dr. Rati mengungkapkan penyakit ini semakin mengkhawatirkan karena dipengaruhi oleh pola makan tidak sehat dan gaya hidup modern yang minim aktivitas fisik.

Dalam kondisi normal, siklus menstruasi wanita berlangsung 24-35 hari dengan pelepasan sel telur yang matang setiap bulan.

Namun pada PCOS, sel telur gagal matang akibat ketidakseimbangan hormon, sehingga menstruasi menjadi tidak teratur atau bahkan berhenti.

Hal ini juga menyebabkan gangguan kesuburan dan masalah kesehatan lain seperti kekebalan insulin yang berisiko diabetes dan penyakit jantung.

Pola makan juga menjadi salah satu aspek yang harus mendapat perhatian serius. Makanan tinggi gula, konsumsi tepung berlebih, dan kurang aktivitas fisik menyebabkan meningkatnya berat badan dan lingkar perut, yang secara signifikan memperburuk kondisi PCOS.

Bahkan, terdapat kasus di mana wanita dengan berat badan normal atau kurus tetapi memiliki lingkar perut besar (skinny fat) juga berisiko mengalami PCOS.

Oleh karenanya, menjaga keseimbangan asupan nutrisi karbohidrat, protein, dan serat dan rutin berolahraga sangat penting untuk mengendalikan kondisi ini.

Olahraga, termasuk aktivitas berlari (running), berperan positif dalam mengatur hormon dan membantu menurunkan berat badan sehingga bisa memperbaiki siklus menstruasi bagi penderita PCOS.

Dengan pola makan sehat dan olahraga teratur, peluang untuk mengembalikan siklus menstruasi ke kondisi normal pun lebih besar.

Meskipun kondisi PCOS secara hormonal ini bisa bersifat kronis. Namun, saat siklus menstruasi kembali teratur, aktivitas sehari-hari pun tidak terganggu, seperti ibadah yang sangat penting bagi sebagian wanita.

Tidak hanya pola makan dan olahraga, keseimbangan juga harus diperhatikan dalam aspek kebersihan dan pemakaian pakaian.

Hindari pemakaian celana yang terlalu ketat dan penggunaan penty liner secara terus-menerus untuk menghindari iritasi yang bisa menimbulkan masalah lain.

dr. Rati juga berpesan, “Jaga tubuhmu dengan pola hidup sehat, berat badan ideal, dan jangan lupa olahraga agar hormon tetap seimbang. PCOS bukan akhir dari segalanya, namun panggilan untuk lebih mencintai diri dan memperbaiki gaya hidup.”

Kebersihan organ reproduksi cukup dijaga dengan air dan sabun mandi biasa tanpa perlu produk pembersih kewanitaan yang berlebihan, agar flora alami vagina tetap seimbang dan terjaga.

Selain aspek fisik, PCOS juga memberi dampak psikologis bagi wanita, terutama yang mengalami nyeri menstruasi parah dan permasalahan emosi selama PMS.

Dukungan keluarga, terutama yang telah bersuami, dalam memberikan kenyamanan seperti istirahat, kompres hangat, dan komunikasi terbuka sangat membantu menenangkan wanita yang sedang mengalami gejala PCOS atau menstruasi tidak nyaman. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#siklus menstruasi #remaja #PCOS #gangguan hormonal