RADARTUBAN - Lonjakan kasus "super flu" di New York memicu kepanikan massal, dengan kunjungan unit gawat darurat (UGD) rumah sakit mencapai titik tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Ribuan warga kelelahan berjuang melawan varian influenza ganas yang membuat fasilitas kesehatan kewalahan.
Departemen Kesehatan New York mencatat 71.123 kasus positif flu baru dalam seminggu 14-20 Desember 2025, lonjakan 38 persen dari pekan sebelumnya.
Rawat inap melonjak 63 persen menjadi 3.666 pasien, rekor sejak pelaporan wajib pada 2004.
Komisaris Kesehatan Dr James McDonald memperingatkan puncak musim flu belum tercapai, terutama jelang libur akhir tahun.
Varian super flu ini berasal dari influenza A H3N2 subklade K, yang mendominasi lebih dari separuh kasus di AS.
Gejala parah seperti demam tinggi, batuk berdahak, dan sesak napas memicu komplikasi pneumonia hingga kematian, khususnya pada anak dan lansia.
Dokter Amanda Kravitz dari Weill Cornell Medicine menyebut musim ini "bukan main-main", dengan risiko rawat inap jauh lebih tinggi.
Pejabat setempat mendesak warga vaksinasi influenza segera dan isolasi diri jika sakit, di tengah ancaman tripledemi bersama RSV dan COVID-19.
New York mewajibkan masker bagi tenaga medis tak tervaksinasi di fasilitas kesehatan. Hingga kini, total kasus flu positif di wilayah itu tembus 189.312 orang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni