RADARTUBAN - Paparan polusi udara, khususnya partikel halus PM2.5, terbukti meningkatkan risiko penyakit Alzheimer pada kalangan lansia.
Penelitian terbaru dari tim Yanling Deng di Emory University, Georgia, AS, mengungkap hubungan kuat ini berdasarkan analisis data dari 2,8 juta peserta Medicare.
Studi yang dipublikasikan di jurnal PLOS Medicine ini memancarkan paparan polusi udara jangka panjang dan kejadian Alzheimer, sambil mempertimbangkan faktor penyakit kronis seperti stroke, hipertensi, dan depresi.
Hasilnya menunjukkan, lansia dengan riwayat stroke berisiko lebih tinggi terhadap dampak polusi, meskipun hipertensi atau depresi tidak memberikan efek yang signifikan.
Peneliti menemukan bahwa polusi udara mempengaruhi otak secara langsung melalui peradangan, bukan hanya melalui penyakit penyerta.
"Paparan jangka panjang terhadap PM2.5 berkaitan dengan risiko lebih tinggi untuk Alzheimer," tulis tim peneliti dalam laporan mereka. Yang dikutip dari sumber kompas
Lansia dengan riwayat strok paling rentan, karena pengirimin sinyal kerusakan otak melalui jalur kardiovaskular.
Di tengah tingginya polusi udara di kota-kota besar Indonesia, temuan ini jadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk perketat pengendalian emisi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama