Berapa Lama Waktu Ideal untuk Tidur Siang? Ini yang Perlu Diperhatikan

Nadiyatul Ul Ya • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:14 WIB
Ilustrasi tidur siang. (unsplash.com/ slaapwijsheid.nl)
Ilustrasi tidur siang. (unsplash.com/ slaapwijsheid.nl)

RADARTUBAN – Tidur siang dapat membantu memulihkan energi dan meningkatkan konsentrasi di tengah aktivitas yang padat.

Namun, durasi yang terlalu panjang atau waktu tidur siang yang kurang tepat berpotensi membuat seseorang merasa semakin mengantuk serta mengganggu waktu tidurnya pada malam hari.

Praktisi kesehatan sekaligus pengusaha dr. Tirta Mandira Hudhi menyoroti pentingnya mengatur waktu istirahat agar tetap seimbang dengan kebutuhan tidur malam.

Baca Juga: Olahraga Terlalu Berlebihan Justru Bisa Jadi Bumerang, Waspadai Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Kebiasaan tidur siang perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh supaya manfaatnya dapat dirasakan tanpa mengganggu pola tidur sehari-hari.

Tidur siang yang berlangsung terlalu lama dapat membuat seseorang mengalami sleep inertia, yaitu kondisi ketika tubuh masih terasa mengantuk, lamban, atau kurang waspada sesaat setelah terbangun.

Efek ini dapat terjadi ketika seseorang terbangun dari tidur yang lebih dalam.

Selain itu, tidur siang terlalu lama, terutama jika dilakukan menjelang sore, dapat mengurangi dorongan untuk tidur pada malam hari.

Akibatnya, sebagian orang menjadi lebih sulit terlelap atau mengalami perubahan jadwal tidur.

Durasi Tidur Siang yang Perlu Diperhatikan

Tidur siang singkat atau power nap selama sekitar 15–30 menit kerap menjadi pilihan untuk membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi.

Durasi tersebut relatif singkat sehingga dapat mengurangi kemungkinan terbangun dari fase tidur yang lebih dalam.

Meski begitu, respons setiap orang terhadap tidur siang bisa berbeda. Durasi yang sesuai juga dipengaruhi oleh kebutuhan tidur malam, tingkat kelelahan, dan kebiasaan istirahat masing-masing.

Karena itu, tidur siang singkat tidak harus menjadi patokan mutlak bagi semua orang.

Jika seseorang terus merasa sangat mengantuk pada siang hari meski telah tidur cukup pada malam sebelumnya, kondisi tersebut perlu diperhatikan dan dapat dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan apabila berlangsung terus-menerus.

Tidur siang juga sebaiknya dilakukan pada awal hingga pertengahan siang. Kebiasaan tidur terlalu sore berpotensi menggeser waktu tidur malam, terutama bagi orang yang sensitif terhadap perubahan jadwal istirahat.

Jaga Ritme Tidur agar Tubuh Tetap Bugar

Pengaturan tidur siang merupakan salah satu bagian dari kebiasaan tidur yang sehat.

Tubuh memiliki ritme sirkadian, yakni sistem biologis yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun selama kurang lebih 24 jam. Ritme tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk paparan cahaya, aktivitas harian, dan jadwal tidur.

Menjaga waktu tidur dan bangun yang relatif konsisten dapat membantu tubuh mempertahankan pola istirahat yang teratur.

Bagi pekerja maupun pelajar, tidur siang singkat dapat dimanfaatkan sebagai jeda untuk memulihkan konsentrasi. Namun, kebiasaan tersebut tidak dapat menggantikan kebutuhan tidur malam yang cukup.

Jika setelah tidur siang tubuh justru terasa semakin lemas, durasi dan waktu istirahat dapat dievaluasi.

Dengan mengatur tidur siang secara tepat serta menjaga kualitas tidur malam, kebugaran dan produktivitas sehari-hari dapat lebih terpelihara. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
power nap istirahat tidur siang pola tidur