RADARTUBAN - Jamur liar asal Pegunungan Himalaya, Ophiocordyceps sinensis, menjadi perbincangan setelah disebut sebagai salah satu inspirasi di balik kisah fiksi ilmiah The Last of Us.
Dikenal dengan julukan jamur "zombie", organisme ini memiliki siklus hidup yang unik sekaligus menyeramkan.
Jamur tersebut menginfeksi dan memengaruhi perilaku serangga sebelum akhirnya tumbuh menembus tubuh inangnya.
Baca Juga: Estrogen Tak Hanya Mengatur Menstruasi, Dokter Ungkap Perannya bagi Kesehatan Tubuh
Meski terdengar mengerikan, jamur ini justru menjadi salah satu komoditas obat tradisional Traditional Chinese Medicine (TCM) yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi.
Bahkan, kalangan elite global memburunya dengan harga yang dapat mencapai ratusan juta rupiah per kilogram.
Fakta Medis dan Manfaat Kesehatan
Ahli forensik dan patologi, dr. Djaja Surya Atmadja, menegaskan bahwa jamur tersebut tidak menularkan efek "zombie" kepada manusia.
Di balik harganya yang fantastis, Cordyceps disebut memiliki sejumlah potensi manfaat bagi kesehatan.
1. Pendongkrak Stamina Atlet
Jamur ini dikaitkan dengan peningkatan produksi ATP atau energi sel, sekaligus membantu mengoptimalkan pemanfaatan oksigen di dalam jaringan tubuh.
2. Pelindung Ginjal dan Paru
Cordyceps disebut berpotensi membantu menjaga fungsi ginjal, menurunkan kadar kreatinin, serta meredakan sejumlah gangguan pernapasan seperti batuk kronis, asma, hingga pneumonia.
3. Membantu Mengontrol Gula Darah dan Kolesterol
Manfaat lainnya dikaitkan dengan perbaikan resistensi insulin serta penurunan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida.
"Spora ini masuk ke tubuh serangga, dibajak makanannya, dan otaknya dipengaruhi sampai dia mencari tempat yang cocok untuk jamur berkembang biak. Setelah inangnya mati, batangnya menembus tubuh untuk menyebarkan spora," ungkap dr. Djaja dalam kanal YouTube X-UNDERCOVER.
Peringatan Penting Sebelum Mengonsumsi
Meski kerap dimanfaatkan sebagai suplemen untuk menunjang vitalitas, masyarakat tetap perlu berhati-hati sebelum mengonsumsi Cordyceps.
Tidak semua orang cocok menggunakan suplemen berbahan jamur tersebut.
Penderita diabetes, orang dengan gangguan autoimun, pengguna obat pengencer darah, ibu hamil, serta anak-anak disarankan menghindari konsumsi atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Kehati-hatian diperlukan untuk memastikan konsumsi suplemen tidak menimbulkan risiko kesehatan maupun berinteraksi dengan obat yang sedang digunakan. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari