Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

WFH Kelihatannya Enak, Nyatanya Jam Kerja Jadi Nggak Jelas

M. Afiqul Adib • Kamis, 8 Januari 2026 | 07:27 WIB
WFH, tips WFH sehat
WFH, tips WFH sehat

RADARTUBAN - Sejak pandemi, istilah Work From Home (WFH) menjadi tren besar. Banyak orang menganggap bekerja dari rumah itu enak: tidak perlu macet, bisa bekerja sambil santai, bahkan bisa sambil rebahan.

Namun, di balik kesan menyenangkan, ada realita yang sering terlupakan: jam kerja jadi nggak jelas.

Alih-alih lebih fleksibel, WFH justru membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur.

wfBaca Juga: Kembali Kasih Kritikan Pedas ke DPR, Jerome Polin : Wakil Rakyat Harusnya Mendengarkan Keluhan Rakyat, Malah WFH

Kenapa Jam Kerja Jadi Kabur?

Ada beberapa alasan mengapa WFH membuat jam kerja tidak jelas:

Tidak ada batas fisik: kantor dan rumah menyatu, sehingga sulit membedakan kapan harus bekerja dan kapan harus istirahat.

Selalu online: dengan adanya aplikasi chat dan email, banyak orang merasa harus selalu siap merespons, bahkan di luar jam kerja.

Ekspektasi atasan: beberapa perusahaan menganggap WFH berarti karyawan bisa dihubungi kapan saja.

Kurang disiplin pribadi: tanpa pengawasan langsung, banyak orang kesulitan mengatur waktu, sehingga pekerjaan sering molor hingga malam.

Akibatnya, WFH yang seharusnya memberi fleksibilitas malah menciptakan beban kerja yang tidak menentu.

Dampak Jam Kerja yang Tidak Jelas

Fenomena ini membawa dampak serius bagi pekerja:

Stres meningkat: karena merasa tidak pernah benar-benar lepas dari pekerjaan.

Produktivitas menurun: jam kerja panjang tidak selalu berarti hasil lebih banyak, justru bisa menurunkan fokus.

Kehidupan pribadi terganggu: waktu bersama keluarga atau untuk diri sendiri sering terpotong oleh pekerjaan.

Burnout lebih cepat: tubuh dan pikiran tidak mendapat kesempatan untuk pulih.

WFH yang tidak teratur bisa membuat pekerja kehilangan keseimbangan hidup, padahal tujuan awalnya adalah memberi kenyamanan.

Cara Mengatasi Jam Kerja yang Kabur

Meski menantang, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar WFH tetap sehat:

Tetapkan jam kerja jelas: buat jadwal seperti di kantor, dan patuhi batas waktu.

Pisahkan ruang kerja: meski sederhana, usahakan ada sudut khusus untuk bekerja agar ada batas psikologis.

Komunikasi dengan atasan: sampaikan batasan jam kerja agar ekspektasi lebih realistis.

Disiplin digital: matikan notifikasi pekerjaan setelah jam kerja selesai.

Berikan waktu istirahat: jangan lupa jeda untuk makan, olahraga ringan, atau sekadar peregangan.

Dengan langkah ini, WFH bisa kembali menjadi fleksibel tanpa mengorbankan kesehatan mental dan fisik.

WFH memang terlihat enak, tapi kenyataannya jam kerja sering jadi tidak jelas.

Batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi kabur, membuat stres dan burnout lebih mudah terjadi.

Solusinya adalah disiplin mengatur waktu, menetapkan batasan, dan menjaga komunikasi dengan atasan maupun tim.

Karena pada akhirnya, WFH bukan soal bekerja lebih lama, melainkan bekerja lebih bijak. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#burnout #wfh #stres #pandemi #Work From Home