Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cinta Jurnalistik sejak SMP, Vera Yakin Tulisan Bisa Antarkan Menguasai Dunia

Amin Fauzie • Selasa, 28 Februari 2023 | 20:19 WIB
SEMANGATI ADIK KELAS: Vera saat menyambangi SMPN 4 Tuban untuk memberikan motivasi seputar dunia jurnalistik kepada siswa sekolah setempat. (Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)
SEMANGATI ADIK KELAS: Vera saat menyambangi SMPN 4 Tuban untuk memberikan motivasi seputar dunia jurnalistik kepada siswa sekolah setempat. (Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)
Aulia Vera Rozida serius mempelajari ilmu kewartawanan sejak di bangku SMP. Setelah menyelesaikan S-1 dan S-2 jurnalistik, wanita yang akrab disapa Vera ini menempuh doktor ilmu media di salah satu kampus ternama di Turki.
YUDHA SATRIA ADITAMA, Tuban, Radar Tuban

BERMULA dari mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik di SMPN 4 Tuban, Aulia Vera Rozida kepincut dengan dunia kewartawanan. Menurut dia, jurnalistik adalah bidang yang menarik untuk didalami.

Itu karena bidang tersebut memiliki tantangan untuk membawakan fakta-fakta berita.

‘’Ada pepatah mengatakan, siapa yang menguasai media, dia menguasai setengah dari dunia,’’ tuturnya.

Setelah lulus dari SMP, perempuan yang akrab disapa Vera ini melanjutkan studinya di SMAN 2 Malang dan menempuh studi ilmu komunikasi di Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Tak puas hanya mendalami ilmu di satu kampus, Vera juga menempuh ilmu komunikasi di Universitas Tribuana Tungga Dewi Malang.

‘’Saya kuliah di ilkom (ilmu komunikasi, Red) dengan konsentrasi jurnalistik,’’ ujar  mantan ketua OSIS SMPN 4 Tuban itu.

Selama menempuh studi S-1, Vera mengikuti unit kegiatan mahasiswa (UKM) jurnalistik di kampusnya.

Setelah menjadi wartawan di majalah kampus, dia didapuk sebagai pemred majalah di almamaternya tersebut. Pengalamannya menjadi wartawan kampus melengkapi ilmu akademisnya.

‘’Saya suka meneliti seluk-beluk media. Lengkap dengan berbagai tugas jurnalistiknya,’’ kata dia.

Salah satu riset yang dilakukan Vera terkait tanggapan wartawan Islam dan Kristen soal konflik antaragama yang terjadi di Maluku.

Riset inilah yang menjadi bahan untuk program kreativitas mahasiswa (PKM) hingga mendapat kucuran dana dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

‘’Alhamdulillah setelah lulus S-1, dapat beasiswa S-2 kebijakan media di Universitas Diponegoro Semarang,’’ kata dia.

Beasiswa yang diterima Vera adalah buah dari prestasinya sebagai salah satu lulusan terbaik UB Malang.

Selama menempuh pascasarjana, Vera nyambi sebagai dosen S-1 ilmu komunikasi di almamaternya. Seiring berkembangnya waktu, muncul aturan baru bahwa dosen yang belum berusia 40 tahun wajib menempuh studi ke luar negeri.

Saat itu, Vera hampir menyelesaikan kuliah pascasarjana. Karena itu, kewajiban melanjutkan kuliah ke luar negeri dilakukan  saat menempuh S-3 Media Policy di Kadir Has University di Turki.

Setahun di Turki, alumni SDN 2 Perbon ini mulai melakukan riset untuk disertasi di Hongkong. Penelitiannya tak jauh dari kebijakan media dan komunikasi di salah satu kota di Hongkong, tempat studinya.

Menurut Vera, ilmu jurnalistik yang dipelajari sejak SMP sangat berharga hingga membawanya mendapat beasiswa kuliah di luar negeri.

‘’Semua ini berkat kecintaan saya dengan dunia jurnalistik sejak SMP,’’ ujarnya.

Ibu tiga anak itu juga mengungkapkan, kehidupan jurnalis tidak lepas dari mengolah kepekaan sosial. Karena itu, selama kuliah Vera mengikuti banyak organisasi.

Selain menambah pengalaman dan relasi, dalam berorganisasi Vera juga mencari informan untuk kebutuhan tugas jurnalistik majalah kampusnya.

‘’Meski sibuk berorganisasi, tapi nilai harus tetap bagus. Ini wajib dipegang teguh saat kuliah,’’ tegas dosen ilmu komunikasi UB Malang itu.

Vera mengatakan, salah satu manfaat belajar jurnalistik adalah dapat menguasai ilmu penulisan dengan baik. Bekal inilah yang mengantarkannya mengantongi banyak beasiswa hingga sekarang ini menempuh pendidikan doktor.

‘’Menulislah. Karena suatu saat pasti tulisan akan menjadi karya yang akan dibaca orang dan yakinlah tulisan akan mengantar Anda menguasai dunia,’’ pungkas anak pasangan Andi Daeng Achyar – Endang Sri Redjeki itu. (*/ds)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie
#Doktor Ilmu Media asal Tuban #S3 di Turki #Doktor Ilmu Media #Aulia Vera Rozida #S3 di luar negeri