Karena baru diungkap pasca penetapan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP), sehingga sebagian data pemilih “siluman” yang baru diungkap berpotensi menjadi daftar pemilih tetap (DPT).
[irp posts="13627" ]
Sebagaimana jadwal tahapan pemilu yang sudah tersusun. DPT Pemilu 2024 ditetapkan 20 Juni nanti. Artinya, waktu untuk melakukan validasi ratusan data pemilih “siluman” yang baru diungkap hanya tersisa tujuh hari kerja.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tuban Rohman Ubaid menyatakan, untuk mengidentifikasi data pemilih “siluman” yang mencapai ratusan itu membutuhkan waktu satu bulan lebih. Artinya, sudah pasti tidak akan selesai sebelum penetapan DPT.
Merujuk pengalaman validasi 277 data pemilih “siluman” yang diungkap sebelumnya, membutuhkan waktu lebih dari satu bulan. Sementara data pemilih “siluman” baru yang kembali disodorkan KPUK mencapai 585 data.
‘’Bisa saja (penyelesaian, Red) lebih lama dari sebelumnya,’’ ujar Ubaid—sapaannya —kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Artinya, dengan waktu yang tersisa tujuh hari kerja, maka sudah pasti tidak akan terkejar.
Menurut Ubaid, panjangnya waktu identifikasi data itu karena sudah menggunakan sistem informasi administrasi kependudukan (Siak) terpusat. Sehingga dispendukcapil tidak bisa mengakses data kependudukan secara bebas seperti sebelumnya.
‘’Kalau dulu dalam hitungan menit sudah bisa. Kalau sekarang tidak bisa, karena akses sudah terpusat dan terbatas. Ketika mencari data by name by address, harus mencari satu persatu, sehingga (proses validasi data pemilih “Siluman”, Red) membutuhkan waktu cukup lama,’’ ujarnya.
Kendati begitu, terang Ubaid, pihaknya akan membantu KPUK secepat mungkin untuk penyelesaian data kependudukan yang tidak jelas tersebut.
Sementara itu, Divisi Perencanaan dan Data KPUK Tuban M. Nurrokhib mengklaim bahwa data “siluman” itu sudah diperbaiki sejak semula.
‘’Sudah diperbaiki dari kemarin saat rekap desa, bagi yang data terbaru sudah tidak nol lagi,’’ tuturnya.
Hanya saja, ketika disinggung terkait data pemilih “siluman” baru diungkap, pihak tidak bisa menjawab. (fud/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie