RADARTUBAN- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini jatuh pada Kamis, 28 September 2023 Masehi.
Dalam penanggalan Hijriyah, hari itu bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1445 H.
Apa keutamaan umat Islam memperingati kelahiran Rasulullah SAW yang merupakan momen yang sangat luar biasa?
Pandangan Zainuddin Lubis dalam laman NU Online menjelaskan, Nabi Muhammad SAW adalah rahmat terbesar bagi umat Islam yang diturunkan Allah SWT.
Kedatangan Rasulullah membawa ajaran Islam yang sempurna, yang membimbing umat Islam ke jalan keselamatan.
‘’Karena itu, memperingati Maulid Nabi SAW merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan rasa bahagia kita atas rahmat terbesar Allah SWT ini,’’ tulis Zainuddin Lubis.
Dalam pandangannya, Zainuddin juga mengupas makna memperingati Maulid Nabi SAW yang merupakan salah satu wujud syukur umat atas kelahiran beliau.
Rasa syukur tersebut dapat diungkapkan dengan berbagai cara.
Di antaranya mengadakan majelis taklim, membaca Maulid Diba'i, bersedekah, memperbanyak shalawat, dan lain sebagainya.
Dia kemudian menyampaikan pandangan ulama terkait keutamaan memperingati Maulid Nabi.
Pertama, orang yang merayakan maulid kelak akan dikumpulkan dengan para syuhada dan orang yang shalih di akhirat.
Hal itu sebagaimana dikatakan Imam Yafi’i, yang dinukil dalam kitab I‘anatut Thalibin, juz III halaman 365.
Disebutkan dalam kitab tersebut, orang yang memperingati Maulid Nabi akan mendapatkan pahala yang besar, bahkan bisa sampai ke surga
Imam Yafi'i juga menerangkan bahwa membaca Maulid Nabi Muhammad SAW adalah suatu amalan yang mulia.
Siapa pun orang yang mengumpulkan manusia untuk membaca Maulid Nabi, disertai menyediakan makanan, menyediakan tempat, melakukan kebaikan, dan menjadi sebab dibacanya Maulid Nabi, maka Allah akan membangkitkannya di hari kiamat bersama orang-orang yang shalih dan berada di surga.
Kedua, orang yang merayakan Maulid Nabi kelak dianugerahi surga dari Allah.
Hal ini sebagaimana tersurat dalam Sirri al-Saqati bahwa orang yang menuju ke tempat untuk membaca Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan niat ikhlas dan kecintaan semata pada Nabi Muhammad, maka dia telah menuju ke taman surga.
Ketiga, mendapatkan ampunan dari siksa kubur dan meninggal dalam keadaan iman.
Ulama sepakat bahwa Abu Lahab diringankan siksanya setiap hari Senin karena pernah bergembira dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW. Hal ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitabnya Shahih al-Bukhari.
Bersumber dari riwayat Urwah bin Zubair, ketika Abu Lahab meninggal, dia didatangi oleh salah seorang keluarganya dalam mimpi dan ditanyai tentang keadaannya.
Abu Lahab menjawab, aku diringankan siksaku setiap hari Senin karena aku pernah membebaskan budak wanita bernama Tsuwaibah yang telah menyusui Nabi Muhammad SAW.
Hal ini menunjukkan bahwa kemuliaan Nabi Muhammad SAW sangatlah besar, bahkan orang yang tidak beriman kepadanya pun dapat merasakannya.
Bagaimanakah dengan seorang muslim yang sepanjang hidupnya bergembira dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW dan wafat dalam keadaan Islam? Tentulah dia akan mendapatkan kemuliaan yang jauh lebih besar.
Dengan demikian, ini menunjukkan bahwa kemuliaan Nabi Muhammad SAW sangatlah besar.
Bahkan, orang yang tidak beriman kepadanya pun dapat merasakannya. Maka, seorang muslim yang sepanjang hidupnya bergembira dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW dan wafat dalam keadaan Islam, tentu akan mendapat kemuliaan yang jauh lebih besar. (ds)
Editor : Amin Fauzie