Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Seorang Mahasiswa Tergeletak di Tepi Sungai Brantas, Diduga Jatuh dari Jembatan Setinggi 40 Meter

Nawar Shabnam Kalila • Senin, 15 Juli 2024 | 01:30 WIB

 

Evakuasi korban  mahasiswa jurusan administrasi bisnis Universitas Brawijaya tergeletak di tepi Sungai Brantas.
Evakuasi korban mahasiswa jurusan administrasi bisnis Universitas Brawijaya tergeletak di tepi Sungai Brantas.

RADARTUBAN–Seorang pemuda ditemukan masyarakat dengan kondisi tergeletak tepi Sungai Brantas.

Posisi korban ditemukan tepat di bawah Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) yang melintasi Sungai Brantas, Sabtu (13/7).

Tim relawan tiba di lokasi sekitar pukul 09.05 WIB setelah mendapat informasi dari masyarakat sekitar yang melihat pemuda tersebut tergeletak di tepi Sungai Brantas.

Lokasi penemuan cukup sulit dijangkau tim relawan, sehingga harus melalui area Sungai Brantas untuk menjangkau dan melakukan proses evakuasi.

Indra, salah satu relawan dari Kota Malang menyampaikan proses evakuasi melalui akun Instagram @malangraya.info. “Kami bersama tim harus turun melalui makam Betek ke arah sungai hingga menceburkan ke dalam sungai menuju posisi korban,” tulisnya.

“Sesampainya di lokasi, korban dalam kondisi sadar dan masih bisa diajak berbicara sambil mengeluh sakit di bagian punggung,” sambung Indra.

Kapolsek Lowokwaru Kompol Anton Widodo mengatakan, awalnya polantas sedang bersiaga di Pos Lantas UB, kemudian mendapatkan laporan dari warga terkait adanya orang terjatuh di bibir Sungai Brantas. Informasi tersebut diterima sekitar pukul 08.30 WIB.

Petugas Polantas menghampiri dan melihat korban dari atas jembatan Suhat.

Tak lama kemudian, korban melambaikan tangan seperti meminta bantuan.

Dikutip dari malangraya.blok-a.com, “Lalu usaya minta bantuan siaga 8 Polresta, BPBD, PMI, dan relawan lain untuk mengevakuasi orang ini. Diyakinkan bahwa pernyataan relawan yang turun, mengecek, dan ternyata masih hidup,” ujar Anton (13/7).

Dikutip dari laman yang sama, korban tersebut mengaku sebagai mahasiswa jurusan administrasi bisnis Universitas Brawijaya dan baru satu bulan kos di daerah Jalan Mayjen Panjaitan, Penanggungan, Klojen.

“Saat saya ajak komunikasi, korban mengaku bernama Alexander Hermes Manulang (19_ asal Kota Bekasi, Jawa Barat” terang Indra lebih lanjut mengenai identitas korban tersebut.

Menurut Anton, diduga korban mengalami luka patah tulang di bagian punggungnya karena terjatuh dari atas jembatan Suhat yang memiliki ketinggian hampir 40 meter.

Sesuai dengan pernyataan Indra ketika mengevakuasi, korban mengeluhkan punggungnya sakit.

Korban dibawa ke RS dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Anton mengaku, bahwa polantas akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab korban berada di tepi sungai.

“Kronologisnya bagaimana, orang ini sampai ada di Sungai kami akan lakukan penyelidikan” ujar Anton dikutip dari malangraya.blok-a.com.

Beberapa netizen yang mengetahui informasi ini menduga bahwa mahasiswa tersebut melakukan percobaan bunuh diri, namun gagal. Banyak yang berkomentar bahwa mahasiswa tersebut stres dengan kuliahnya., “Gitu tu kalo percobaan bundir tapi failed malah tersiksa lo badan2nya sakit berkepanjangan” ujar pemilik akun @abywicaksno.

Dikutip dari komentar akun @_bangrijal,”Niate bunuh diri? Tapi gak mati” cuitnya berkomentar pada postingan yang sama.

Ditanya indikasi percobaan bunuh diri, Anton mengaku belum bisa memastikan benar atau tidaknya indikasi tersebut. “Masih kami dalami (dugaan bunuh diri). Dan kami selidiki bagaimana dia bisa sampai di bawah,” ujarnya. (*)

Editor : Amin Fauzie
#sungai brantas #jembatan soekarno hatta #evakuasi