Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Semburan Air yang Gegerkan Warga Sampang Saat Pengeboran Ternyata Artesis, Ini Penjelasannya

Tugino • Minggu, 4 Agustus 2024 | 18:15 WIB
Fenomena munculnya air saat dilakukan pengeboran disebut dengan artesis, air yang keluar karena terperangkap di dalam tanah oleh lapisan kedap air.
Fenomena munculnya air saat dilakukan pengeboran disebut dengan artesis, air yang keluar karena terperangkap di dalam tanah oleh lapisan kedap air.

RADARTUBAN – Bebarapa waktu yang lalu Warga Desa Pandan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura digegerkan adanya semburan air hingga setinggi belasan meter dari dataran tanah.

Mantan Kepala Desa Pandan, Ahmad Sohib mengatakan bahwa, semburan air itu bermula saat warga mengebor tanah untuk membuat sumur. 

Video semburan air Sampang layaknya air mancur ini mendadak viral di berbagai platform media sosial. Tidak hanya itu, bahkan ada masyarakat yang mengaitkan hal tersebut dengan fenomena lumpur lapindo di Sidoarjo sampai hal-hal mistis.  

Fenomena munculnya air saat pengeboran sebanarnya bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2019 pernah terjadi di Desa Medan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Pontianak.

Kemudian tahun 2023 Desa Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan di tahun yang sama juga terjadi di Kampung Leuwikotok, Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Lalu sebenarnya apa penyabab munculnya air secara tiba-tiba itu?

Dilansir dari berbagai sumber, fenomena munculnya air saat dilakukan pengeboran disebut dengan artesis. Air yang keluar merupakan hasil dari terperangkapnya air di dalam tanah oleh lapisan kedap air.

Kemudian ketika terjadi pengeboran air akan keluar dengan deras. Sebenarnya fenomena ini sudah ada sejak tahun 1126 di provinsi Artois, Prancis untuk membuat sumur yang dikenal dengan nama ‘sumur artesis’ (berasal dari nama daerah tersebut ‘Artois’). 

Dilansir dari drilcorp.com, sumur artesis adalah sumur air yang tidak memerlukan pompa untuk membawa air ke permukaan. Hal ini terjadi ketika ada tekanan yang cukup di akuifer (lapisan tanah yang mengandung air) untuk membawa air ke permukaan.

Akuifer artesis terkurung di antara batuan kedap air atau tanah liat yang menyebabkan tekanan. Hal ini selaras dengan penjelasan tukang bor dalam sebuah video TikTok yang diunggah akun @tfn_mama_muda12. “Batu, mulai dari atas sampai 55,” jelas salah satu tukang bor ketika ditanya kendala pada saat pengeboran.

Sumur artesis memiliki perbedaan dengan sumur pada umunya karena cara air mencapai permukaan. Berbeda dengan sumur pada umumnya yang perlu di timba untuk mengambil air dari dalam sumur (freatik).

Dengan sumur artesis, tidak perlu memompa air ke permukaan dari sumber air tanah. Sebaliknya, tekanan di bawah tanah dimanfaatkan untuk mendorong air dari akuifer naik ke permukaan tanpa bantuan apa pun. Hanya saja sumur ini tidak bisa terjadi di sembarang tempat.

Umur sumur artesis dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan akuifer, kondisi geologis, dan aktivitas manusia. Beberapa sumur diketahui dapat bertahan selama puluhan tahun. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Artesis #Desa Pandan #sampang #air sumur