Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ormas Blora Bentrok Hingga Sebabkan 12 Orang Terluka, Begini yang Sebenarnya Terjadi

Mohammad Mukarom • Kamis, 16 Januari 2025 | 15:53 WIB
Kerusuhan dua ormas di Blora, Jawa Tengah yang melibatkan dua kelompok.
Kerusuhan dua ormas di Blora, Jawa Tengah yang melibatkan dua kelompok.

RADARTUBAN - Kabupaten Blora mendadak viral seusai terjadi bentrokan antara ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.

Bentrokan tersebut menyebabkan 12 orang terluka. Informasinya, insiden terjadi di dua titik, yaitu Perempatan Karangjati dan Kecamatan Kunduran.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto mengungkap delapan korban berasal dari insiden di Karangjati, sementara empat lainnya terluka di Kunduran hingga berujung penanganan medis.

"Sebelas korban sudah pulang ke rumah, satu orang masih dirawat di RSUD Blora,” katanya, dikutip Kamis (16/1).

Kronologi bentrokan ini dipicu oleh kejadian di Karangjati, yang di mana sebelumnya terdapat anggota PP Rembang diduga diserang oleh pihak GRIB.

Menurut Ketua MPC PP Blora, Munaji menyebut bahwa bentrokan di Kunduran merupakan upaya balas dendam dari apa yang terjadi di Karangjati.

"Kami diserang di Karangjati, jadi kami balas di Kunduran," katanya.

Berdasarkan kesaksian warga setempat, Sigit, suasana keributan yang berlangsung pada Selasa (14/1) tersebut cukup menegangkan.

“Ada anggota PP yang dihantam batu hingga terluka parah. Atributnya diminta dilepas oleh GRIB,” ujarnya.

Tak hanya saling hajar, ternyata kerusakan juga terjadi pada beberapa kendaraan, termasuk mobil loreng milik PP dan sejumlah motor lainnya.

Lebih lanjut, Ketua DPC GRIB Blora, Sugiyanto menyebut jika kericuhan dipicu karena ketegangan antara anggota GRIB luar daerah dan PP.

“Mereka merasa dihadang, sehingga terjadilah bentrokan,” ujar Sugiyanto.

Meski membuat 12 orang terluka, beruntung kedua ormas sepakat untuk berdamai sejak Rabu (15/1), di Pendopo Kabupaten Blora.

Dalam deklarasi damai, PP dan GRIB berkomitmen mendukung keamanan dan menghindari gesekan di masa mendatang.

Saat ini, polisi memastikan situasi di Blora sudah terkendali, dan lalu lintas di lokasi kejadian kembali normal. Dengan adanya pernyataan damai, diharapkan kericuhan serupa tidak terulang lagi. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#pemuda pancasila #ricuh #Ormas #Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu #blora